kpkgg

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

Berita

Ketua DPRD Mataram Ajak Pemuda Cerdas Manfaatkan Peluang di Era Digital

Dalam era digital yang terus berkembang, tantangan bagi generasi muda semakin kompleks. Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat banyak peluang di era digital yang dapat dimanfaatkan untuk meraih kesuksesan. Salah satu wujud perhatian terhadap peran pemuda dalam menghadapi peluang ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram menggelar Dialog Publik dengan tema “Pemuda dan Masa Depan Indonesia: Telaah Kritis Kesiapan dalam Menghadapi Bonus Demografi 2030” pada malam hari di Kedai Corner, depan Kampus Ummat, pada tanggal 30 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi dan mendorong pemuda agar siap menghadapi tantangan yang akan datang.

Pentingnya Bonus Demografi

Di tahun 2030, Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi, di mana sekitar 68 persen dari populasi terdiri dari usia produktif. Ini adalah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Namun, jika generasi muda tidak dipersiapkan dengan baik, momen ini bisa menjadi bencana, bukan berkah. Kesiapan dalam pendidikan, lapangan pekerjaan, dan partisipasi yang memadai merupakan faktor kritis yang harus dikelola dengan bijak.

Peran Pemuda dalam Menghadapi Tantangan

Dialog publik ini dihadiri oleh narasumber dari berbagai sektor, seperti Pangdam XXX/Rinambora Mayjen TNI Edi Saputra, Ketua DPRD Kota Mataram Abdul Malik, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB Dr. Syamsul Hadi, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) NTB Drs. H. Surya Bahari. Masing-masing narasumber memberikan pandangan yang berharga mengenai peran pemuda dalam memanfaatkan peluang di era digital.

Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan HMI, Muhammad Farhan, dalam sambutannya menekankan bahwa pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menentukan arah masa depan bangsa. Bonus demografi tidak akan memberikan keuntungan otomatis jika tidak dikelola dengan bijak. Tanpa adanya kesiapan dalam berbagai aspek, potensi ini justru dapat menghadirkan masalah sosial, seperti pengangguran dan ketimpangan ekonomi.

Memanfaatkan Peluang di Era Digital

Ketua DPRD Kota Mataram, Abdul Malik, menegaskan pentingnya pemuda untuk jeli melihat peluang. “Pemuda harus cerdas dalam mencari peluang karena di era digital saat ini, tantangan yang dihadapi semakin besar,” ujarnya. Dalam konteks ini, pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.

  • Memanfaatkan teknologi untuk kewirausahaan.
  • Berpartisipasi dalam program-program pemerintah.
  • Menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga.
  • Berinovasi dalam menciptakan solusi yang relevan.
  • Menjadi agen perubahan di komunitas.

Persiapan SDM yang Berkualitas

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB, yang diwakili oleh Hasbi Asidik, memaparkan makna bonus demografi 2030, yaitu kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif jauh lebih banyak dibandingkan dengan usia non-produktif. Dalam persiapannya, Dispora NTB telah memberangkatkan ratusan anak SMK untuk bekerja di luar negeri dengan gaji yang sangat menjanjikan, antara Rp20-30 juta per bulan.

“Di tengah tantangan zaman, pemuda dituntut untuk aktif mencari peluang. Mereka memiliki dua pilihan: menjadi pelaku yang kreatif atau menjadi korban yang terjebak dalam keadaan,” tegasnya. Ini menunjukkan bahwa pemuda memiliki peran sentral dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era digital.

Generasi yang Tak Terhapus dari Sejarah

Kepala Kesbangpol NTB, yang diwakili oleh Bidang KJI, mengingatkan bahwa pemuda adalah generasi yang tidak akan pernah terhapus dari catatan sejarah. “Bangsa ini pernah dijajah selama puluhan tahun, namun atas keberanian dan kebersamaan pemuda, penjajahan dapat dihadapi,” ungkapnya. Dalam konteks ini, pemuda diminta untuk tidak hanya berbicara tentang kuantitas, tetapi juga tentang kualitas ide dan kemampuan mereka.

Ia mengutip ajaran Sun Tzu yang menyatakan bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh jumlah, tetapi juga oleh kemampuan untuk menemukan kelemahan musuh. “Pemuda harus fokus pada ide-ide inovatif dan tidak sekadar menyalahkan keadaan,” tambahnya.

Mendorong Partisipasi Aktif Pemuda

Di akhir dialog, ketua umum HMI Cabang Mataram menyimpulkan tiga poin penting. Pertama, bonus demografi merupakan peluang emas bagi generasi muda, di mana jumlah penduduk produktif jauh lebih banyak. Kesempatan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Kedua, pemuda harus berperan sebagai aktor utama dalam perubahan, tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan publik.

  • Memberikan ruang partisipasi nyata bagi pemuda.
  • Membangun kolaborasi strategis dengan organisasi kepemudaan.
  • Mendengarkan kritik dan gagasan dari pemuda sebagai bagian dari mekanisme demokrasi.
  • Memungkinkan pemuda untuk terlibat dalam evaluasi kebijakan.
  • Menumbuhkan sikap tanggung jawab intelektual di kalangan pemuda.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemuda memiliki potensi yang luar biasa dalam menghadapi peluang di era digital. Dengan dukungan yang tepat dari pemerintah dan masyarakat, mereka dapat berkontribusi secara signifikan untuk mewujudkan cita-cita bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Dalam hal ini, HMI diharapkan menjadi garda terdepan dalam menghadapi tantangan dan membangun masa depan yang lebih baik.

Related Articles

Back to top button