UNRI Perkenalkan Teknologi Hidroponik kepada Siswa SDN 05 Jayapura Siak secara Praktis

Teknologi hidroponik semakin menjadi fokus perhatian dalam bidang pertanian modern, khususnya di tengah tantangan yang dihadapi oleh para petani di era urbanisasi dan keterbatasan lahan. Mengingat pentingnya edukasi tentang cara bercocok tanam yang efisien dan ramah lingkungan, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (UNRI) melakukan inisiatif mengedukasi siswa SDN 05 Jayapura di Kabupaten Siak. Kegiatan ini bukan hanya memperkenalkan dasar-dasar hidroponik, tetapi juga membangun kesadaran akan ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan. Melalui metode yang praktis, siswa diajak untuk memahami betapa mudahnya bercocok tanam tanpa memerlukan lahan yang luas.
Pengenalan Kegiatan Edukasi Hidroponik
Pada tanggal 4 Februari 2026, mahasiswa UNRI yang terlibat dalam program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Khusus tahun 2026 melaksanakan kegiatan penyuluhan dan praktik hidroponik di SDN 05 Jayapura. Peserta kegiatan ini adalah siswa kelas IV yang berusia sekitar 9 hingga 10 tahun, dengan total 32 siswa yang aktif berpartisipasi. Kegiatan ini didampingi oleh para guru dan Kepala Sekolah, Asa, S.Pd, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
Tujuan dan Manfaat Kegiatan
Kegiatan penyuluhan dan praktik hidroponik ini memiliki tujuan yang jelas: untuk mendidik siswa tentang metode bercocok tanam yang sederhana dan dapat diterapkan dalam skala kecil. Dengan menggunakan sistem hidroponik air statis, siswa diajarkan bagaimana menanam sayuran menggunakan botol plastik bekas, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga ekonomis dalam penggunaan air.
- Memperkenalkan cara bercocok tanam tanpa lahan luas.
- Membangun kesadaran tentang ketahanan pangan.
- Memanfaatkan barang bekas untuk mengurangi limbah.
- Meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
- Mengajarkan metode pertanian yang modern dan efisien.
Kepentingan Ketahanan Pangan Sejak Dini
Ketua kelompok mahasiswa Kukerta, M. Daffa Mixsie, menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting mengingat tantangan yang dihadapi dalam hal ketahanan pangan, terutama di daerah-daerah yang mengalami keterbatasan lahan. Edukasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa bercocok tanam tidak selalu membutuhkan lahan yang luas, dan bahwa pentingnya ketahanan pangan dapat dimulai sejak usia dini.
“Dengan praktik hidroponik yang sederhana, kami ingin anak-anak menyadari bahwa mereka bisa berkontribusi terhadap ketahanan pangan. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan mereka untuk peduli terhadap lingkungan dan memanfaatkan sumber daya yang ada,” ungkap Mixsie dalam sebuah wawancara.
Proses Pembelajaran yang Interaktif
Materi mengenai hidroponik disampaikan oleh mahasiswa Program Studi Biologi FMIPA UNRI, yang terdiri dari Nurhalizah Oktaviani, Lanni Hasibuan, Siti Jum’atul Auiyah, Egi Mayhani Novia Pratiwi, dan Alvia Ulfatun Hasanah. Mereka menjelaskan langkah-langkah dalam menanam sayuran secara hidroponik, mulai dari persiapan media tanam hingga peracikan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.
Siswa tidak hanya menerima informasi secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik menanam. Dengan pendekatan yang interaktif, kegiatan ini mencakup diskusi dan sesi tanya jawab yang membuat siswa lebih terlibat dan antusias selama proses belajar.
Implementasi dalam Kurikulum dan Pendidikan Lingkungan
Kegiatan penyuluhan hidroponik ini bukan hanya berfungsi sebagai sarana edukasi pertanian, tetapi juga sebagai media pembelajaran lingkungan yang mendukung metode pembelajaran kontekstual di sekolah dasar. Program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 12 yang berfokus pada Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Dengan mengintegrasikan pembelajaran tentang teknologi hidroponik ke dalam kurikulum, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan relevan bagi siswa. Ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan sikap positif terhadap pertanian dan lingkungan.
Harapan untuk Masa Depan
Mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi siswa, serta menumbuhkan minat mereka untuk terlibat dalam aktivitas bercocok tanam yang ramah lingkungan. Daffa Mixsie menambahkan, “Kami berharap melalui edukasi ini, siswa dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya secara bijak, serta pengetahuan ini bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.”
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis tentang teknologi hidroponik, tetapi juga membekali siswa dengan nilai-nilai penting terkait keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Edukasi yang efektif seperti ini akan membantu generasi mendatang untuk menjadi lebih sadar akan isu-isu lingkungan dan pentingnya ketahanan pangan.
Melalui upaya seperti ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang mengadopsi teknologi hidroponik dalam kurikulum mereka, sehingga dapat menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan.




