Honda Tingkatkan Kompetensi Guru Vokasi Melalui Pelatihan Modul Lanjutan dan Sertifikasi Level Silver

Di tengah tantangan yang dihadapi oleh industri otomotif, Honda mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi para guru vokasi melalui program pelatihan dan sertifikasi yang terstruktur. Kegiatan Pelatihan Modul Lanjutan dan Sertifikasi Guru Level Silver yang diselenggarakan pada tanggal 14-19 September 2026 di Indako Development Centre (IDC), Kota Medan, menjadi salah satu inisiatif penting dalam upaya ini. Dengan pelatihan yang komprehensif dan sertifikasi yang terstandarisasi, Honda berkomitmen untuk memastikan bahwa para pendidik memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan industri sepeda motor.
Pelatihan Berkelanjutan untuk Guru Vokasi
Program pelatihan ini dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pada praktik. Para peserta yang terdiri dari guru-guru terpilih dari berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Sumatera Utara memperoleh pembekalan yang mendalam mengenai sistem sepeda motor. Pelatihan ini membekali mereka dengan kemampuan teknis yang diperlukan untuk mendidik siswa secara efektif.
Peserta yang terlibat dalam pelatihan ini antara lain:
- Niko Alfian ST dari SMK Muhammadiyah 9 Medan
- Rifai Pohan dari SMKN 1 Lubuk Pakam
- Hadi Sanjaya SPd dari SMK Negeri 1 Pantai Labu
- Ridwan Fahmi Pulungan dari SMKN 14 Medan
- Rifqi Waldain SPd dari SMKN 2 Binjai
- Bagus Trihadi dari SMKN 2 Medan
- Muhammad Fikri dari SMK Paba Teknik Binjai
- Rizki Ayunan SPd dari SMK Swasta Multi Karya
- Mhd Rizki dari SMK Swasta Sri Langkat
- Bagus Kurniawan dari SMK TI Swasta Budi Agung
Pembekalan Teori dan Praktik
Selama pelatihan, para guru menerima materi yang mencakup berbagai sistem penting dalam sepeda motor. Topik yang dibahas meliputi:
- Sistem kopling
- Sistem rangka
- Sistem rem
- Sistem suspensi
- Sistem kemudi
- Sistem roda
- Sistem starter
- Sistem gas buang
- Sistem transmisi
- Sistem pendingin
Pemahaman teori ini kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik, di mana para peserta diberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh. Praktik teknis ini penting agar mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu melakukan pemeriksaan dan perbaikan pada sepeda motor secara langsung.
Proses Sertifikasi yang Terstandarisasi
Setelah menyelesaikan pelatihan Modul Lanjutan, guru-guru tersebut mengikuti tahap pengujian untuk Sertifikasi Guru Level Silver atau Level 2. Pengujian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana peserta menguasai materi yang telah dipelajari dan kemampuan mereka dalam menerapkan kompetensi teknis yang relevan.
Min Hian, Technical Service Manager PT Indako Trading Coy, menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi guru adalah hal yang krusial dalam membangun hubungan antara dunia pendidikan dan industri. Ia menekankan betapa pentingnya guru dalam mempersiapkan generasi mendatang untuk memasuki pasar kerja.
“Pengetahuan dan keterampilan teknis yang dimiliki oleh guru harus terus diperbarui mengikuti kemajuan teknologi di industri,” tuturnya.
Sinergi Antara Pendidikan dan Industri
Menurut Min Hian, kesinambungan antara pelatihan dan sertifikasi memastikan bahwa kompetensi yang diperoleh para guru dapat diukur dan diterapkan dengan baik. Hal ini memungkinkan mereka untuk mentransfer ilmu dan pengalaman yang didapat kepada siswa di sekolah.
Hal senada juga disampaikan oleh Abdi Rahmad, Instructor Technical Service PT Indako Trading Coy. Ia menegaskan bahwa pelatihan Modul Lanjutan memberikan kesempatan bagi para guru untuk memperdalam pemahaman mengenai sistem sepeda motor serta meningkatkan kemampuan praktik sebelum menjalani sertifikasi.
“Di Modul Lanjutan, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga langsung melakukan praktik. Setelah itu, kompetensi mereka diuji melalui sertifikasi Level Silver. Harapannya, kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan dan ditularkan kembali kepada siswa di sekolah,” tambah Abdi.
Pengumuman Hasil Sertifikasi
Rangkaian kegiatan pelatihan ini ditutup dengan pengujian sertifikasi dan pengumuman hasil peserta yang mengikuti Sertifikasi Guru Level Silver. Dalam proses sertifikasi, Hadi Sanjaya SPd dari SMKN 1 Pantai Labu berhasil meraih peringkat pertama, diikuti oleh Bagus Trihadi dari SMKN 2 Medan sebagai peringkat kedua, dan Dikki Hariyadi dari SMK Muhammadiyah 9 Medan sebagai peringkat ketiga. Pencapaian ini mencerminkan hasil dari pembelajaran dan pengujian kompetensi yang telah dilalui oleh para peserta selama kegiatan berlangsung.
Melalui program ini, Honda, melalui PT Indako Trading Coy, menunjukkan komitmennya untuk berperan aktif dalam menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Penguatan kompetensi guru diharapkan menjadi fondasi yang solid dalam menghasilkan lulusan SMK yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang sesuai dengan perkembangan teknologi otomotif roda dua.
Sinergi Bagi Negeri
Inisiatif ini sejalan dengan semangat Sinergi Bagi Negeri Honda, yang bertujuan untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan industri melalui transfer pengetahuan, peningkatan kompetensi, dan pengembangan sumber daya manusia vokasi di Sumatera Utara. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan para guru dapat memberikan pendidikan yang berkualitas, sehingga lulusan SMK siap bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Dengan pelatihan dan sertifikasi yang komprehensif, Honda berupaya memastikan bahwa pendidikan vokasi dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi siswa, serta memenuhi tuntutan industri yang terus berkembang. Ini adalah langkah penting untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia.
