slot depo qris 10k slot depo 10k

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan

PELNI Perluas Ekosistem Bisnis Kelautan dan Wisata Masyarakat Adat di Pulau Kapota

Di tengah tantangan yang dihadapi oleh sektor kelautan dan pariwisata, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengambil langkah signifikan dengan memperkenalkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang bertujuan untuk mengembangkan ekosistem bisnis kelautan dan pariwisata masyarakat adat di Pulau Kapota, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Pada Rabu, 23 September, acara peresmian ini dihadiri oleh berbagai pihak, menandai komitmen PELNI dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Kehadiran Stakeholder dalam Peresmian Program

Acara ini dihadiri oleh Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Wakatobi, Bakri, yang mewakili Bupati Wakatobi, serta sejumlah pejabat penting lainnya. Di antara mereka adalah Kepala Cabang PELNI Baubau, Lutfi Israr, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Wanci, Tri Mulyoko, dan Kepala Dinas Perikanan, Saoruddin. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship dari Institut Pertanian Bogor, bersama dengan manajer TJSL PELNI, Septiani Khadijah Thalib, serta perangkat desa dan masyarakat setempat.

Tujuan Program Pengembangan Ekosistem Bisnis Kelautan

Program Pengembangan Ekosistem Bisnis Kelautan dan Wisata Masyarakat Hukum Adat ini merupakan inisiatif dari TJSL PELNI yang sejalan dengan Pilar Ekonomi dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke-10, yang berfokus pada pengurangan kesenjangan ekonomi. Program ini dirancang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya bagi kelompok berpendapatan rendah, sehingga mereka dapat tumbuh secara berkelanjutan dan progresif.

Komitmen PELNI dalam Pengembangan Potensi Lokal

Lutfi Israr, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa program ini mencerminkan komitmen PELNI untuk memberdayakan masyarakat hukum adat di Pulau Kapota. Ia menekankan pentingnya menjaga kekayaan budaya dan lingkungan setempat agar dapat bertransformasi menjadi sumber penghidupan dan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Pengembangan Potensi Ekonomi Masyarakat

“Potensi kelautan, perikanan, dan kearifan lokal di Pulau Kapota sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Melalui inisiatif ini, kami ingin mendorong masyarakat lokal untuk menjadi aktor utama dalam memanfaatkan potensi tersebut, sehingga dapat menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ungkap Lutfi.

Fokus pada Keseimbangan Ekonomi dan Lingkungan

Program ini berfokus pada pengembangan ekosistem bisnis yang berbasis pada produk unggulan lokal, dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara aspek ekonomi dan pelestarian lingkungan. Pelaksanaannya akan dilakukan dalam kolaborasi dengan Direktorat Pengembangan Masyarakat Maritime dari Institut Pertanian Bogor selama satu tahun, mencakup pendampingan, penguatan pengetahuan, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kelembagaan masyarakat.

Inisiatif Program yang Beragam

Program ini mencakup berbagai inisiatif, antara lain:

  • Pengembangan usaha perikanan tangkap.
  • Pembangunan Demonstration Plot (Demplot) untuk budidaya ikan kerapu sebagai sarana pembelajaran.
  • Pendampingan kelembagaan dan penerapan teknologi penangkapan perikanan yang ramah lingkungan.
  • Pengembangan wisata masyarakat yang berkelanjutan.
  • Pemberian life jacket kepada 100 nelayan untuk meningkatkan keselamatan di laut.

Pembangunan Ekosistem Usaha yang Mandiri

“Inisiatif ini bukan sekadar tentang bantuan, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama menciptakan ekosistem usaha yang dapat berjalan secara mandiri. Kami ingin memberikan nilai tambah bagi produk lokal, membuka peluang usaha, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan harapan, pendampingan dan kolaborasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat jangka panjang,” jelas Lutfi.

Pemilihan Pulau Kapota sebagai Lokasi Program

Pulau Kapota dipilih sebagai lokasi program karena masyarakat setempat masih memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal dan sistem adat dalam pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan. Potensi ini menjadi landasan untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi, mulai dari usaha perikanan tangkap, budidaya perikanan, pengolahan hasil perikanan, hingga penerapan inovasi yang ramah lingkungan.

Program TJSL PELNI dan SDGs

Seluruh program TJSL PELNI mengacu pada pilar Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan telah diadopsi dalam program TJSL BUMN. Selain fokus pada pilar sosial, TJSL PELNI juga mencakup pilar ekonomi, lingkungan, dan tata kelola serta hukum, yang menunjukkan komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan langkah ini, PELNI tidak hanya berkontribusi dalam pengembangan ekonomi lokal tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan di Pulau Kapota. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengembangan ekosistem bisnis kelautan yang berkelanjutan.

Back to top button