Baru-baru ini, sekelompok massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sumatera Utara Cinta Keadilan (FMSU-CK) melakukan demonstrasi di depan Pengadilan Tinggi (PT) Medan. Mereka mengekspresikan ketidakpuasan terhadap putusan dalam perkara harta gono-gini nomor 97/Pdt.G/2025/PN.Stb yang mereka anggap tidak adil dan penuh dengan ketidakpastian hukum.
Ketidakpuasan Terhadap Putusan PN Stabat
Koordinator aksi, Danu Harahap, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah kejanggalan dalam keputusan yang diambil oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Stabat. Dari total 71 aset yang seharusnya dibagi secara adil antara kedua belah pihak, hakim hanya memberikan 5 aset kepada penggugat, yang jelas-jelas menunjukkan adanya ketidakseimbangan.
“Kami hadir di sini untuk menuntut keadilan. Putusan PN Stabat menunjukkan ketimpangan yang sangat mencolok. Dari 71 aset yang seharusnya dibagi rata, hakim malah mengabaikan ketentuan hukum dan hanya memberikan 5 aset kepada pihak penggugat,” tegas Danu di lokasi aksi.
Seruan untuk Memeriksa Keputusan
Dalam tuntutan yang mereka sampaikan, para demonstran mendesak Hakim PT Medan untuk menelaah kembali memori banding dengan penuh integritas. Mereka meminta agar putusan mengenai harta gono-gini yang dianggap cacat keadilan tersebut dibatalkan, serta meminta agar Hakim Pengawas di PT Medan memeriksa keputusan majelis hakim PN Stabat terkait kasus ini.
- Pemeriksaan memori banding dengan hati bersih.
- Pembatalan putusan harta gono-gini yang dianggap cacat keadilan.
- Pemeriksaan oleh Hakim Pengawas di PT Medan.
- Menuntut keadilan dan transparansi dalam proses hukum.
- Menegaskan hak-hak penggugat yang terabaikan.
“Kami percaya bahwa terdapat ketidakseimbangan dalam keputusan Hakim PN Stabat. Seharusnya harta tersebut dibagi secara merata, tetapi kenyataannya tidak demikian,” tambah Danu, menunjukkan kekecewaannya terhadap proses hukum yang terjadi.
Respons dari Pengadilan Tinggi Medan
Di tempat yang sama, Henri Tobing, Humas Pengadilan Tinggi Medan, menyatakan bahwa semua pernyataan dan tuntutan yang disampaikan oleh FMSU-CK akan diteruskan kepada pimpinan. Hal ini menunjukkan bahwa pihak pengadilan tetap membuka komunikasi dan memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat.
“Apa yang telah disampaikan oleh para demonstran akan kami sampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya, menegaskan komitmen pengadilan untuk mendengarkan suara masyarakat.
Proses Hukum dan Keadilan
Masalah harta gono-gini sering kali menjadi sumber sengketa dalam perceraian, di mana hak dan kewajiban masing-masing pihak harus dipertimbangkan dengan seksama. Dalam konteks ini, keputusan yang diambil oleh hakim harus mencerminkan keadilan dan kesetaraan, mengingat bahwa setiap aset yang diperoleh selama pernikahan seharusnya menjadi milik bersama.
Namun, dalam kasus ini, keputusan yang diambil oleh PN Stabat telah memicu gelombang protes dari masyarakat. Banyak yang merasa bahwa keputusan tersebut tidak hanya mencederai prinsip keadilan, tetapi juga menciptakan preseden buruk bagi kasus-kasus serupa di masa mendatang.
Tuntutan Masyarakat untuk Transparansi
Demonstrasi tersebut bukan hanya sekadar protes, tetapi juga merupakan seruan untuk transparansi dalam sistem peradilan. Masyarakat berhak mengetahui dan memahami proses hukum yang berlangsung, serta alasan di balik setiap keputusan yang diambil oleh hakim.
Setiap keputusan yang dikeluarkan oleh pengadilan seharusnya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Dalam hal ini, FMSU-CK menuntut agar semua aspek yang berkaitan dengan putusan harta gono-gini tersebut diperiksa secara mendalam.
Pentingnya Keadilan dalam Kasus Harta Gono-Gini
Keadilan dalam pembagian harta gono-gini adalah hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa hak-hak setiap individu terlindungi. Ketidakadilan dalam proses hukum dapat menyebabkan dampak yang lebih luas, termasuk hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum.
Dalam konteks ini, penting bagi semua pihak, termasuk pengadilan dan pemerintah, untuk menjamin bahwa keadilan dapat ditegakkan. Proses hukum yang adil dan transparan akan memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat, sekaligus meminimalisir sengketa di masa depan.
Penutup Aksi dan Harapan Masyarakat
Setelah menyampaikan tuntutan mereka, massa FMSU-CK akhirnya membubarkan diri dengan harapan bahwa suara mereka didengar dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Mereka percaya bahwa dengan perjuangan ini, keadilan akan segera ditegakkan dalam kasus harta gono-gini yang mereka anggap cacat keadilan.
Dalam penutupan aksi, mereka menekankan bahwa hak-hak masyarakat harus diperjuangkan dan diperhatikan oleh setiap instansi, terutama oleh lembaga pengadilan. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa sistem hukum kita berjalan dengan baik dan memberikan perlindungan bagi semua pihak yang terlibat.




