Serangan OTK di Tamora, Rumah dan Mobil Ketua Ormas Dirusak Secara Brutal

Kriminalitas di Kecamatan Tanjung Morawa semakin mengkhawatirkan. Setelah insiden penyerangan terhadap karyawan gudang batok bahan baku pembuatan dupa di Jalan Industri, kini masyarakat kembali dihebohkan oleh serangan brutal yang dilakukan oleh sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) terhadap seorang pemimpin organisasi masyarakat (ormas) setempat.
Insiden Penyerangan di Lorong Tiga
Pada malam hari, tepatnya tanggal 11 Agustus 2026, sekelompok OTK menyerang rumah Doni Pace, Ketua Ormas di Gang Pembangunan, Kelurahan Pekan Tanjung Morawa, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Kejadian ini menambah daftar panjang tindakan kriminal di wilayah tersebut, yang tampaknya semakin meresahkan warga.
Akibat Serangan
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan yang signifikan pada rumah dan mobil milik Doni. Para pelaku melempari rumahnya dengan batu, dan dalam sekejap, suasana yang sebelumnya tenang berubah menjadi kekacauan. Teriakan panik dari pemilik rumah menarik perhatian warga sekitar, yang segera keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Tanggapan Warga
Warga di sekitar lokasi tampaknya mengenali para pelaku, tetapi tidak melakukan perlawanan saat serangan berlangsung. Rudi, salah satu saksi mata, mengungkapkan bahwa kelompok pemuda tersebut melakukan penyerangan tanpa rasa takut.
- Rumah Doni Pace mengalami kerusakan parah.
- Satu unit mobil di depan rumah juga dirusak.
- Jendela salah satu rumah tetangga pecah akibat lemparan batu.
- Warga merasa takut dan bersembunyi selama insiden berlangsung.
- Pelaku langsung melarikan diri setelah merusak properti.
Reaksi Pasca Kejadian
Setelah insiden tersebut, aparat keamanan dari TNI dan Polsek setempat segera mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi dan bukti yang dapat membantu dalam penyelidikan.
Harapan Warga
Masyarakat berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku dan memberikan sanksi tegas kepada mereka. Ketidakpastian mengenai keamanan semakin menambah kekhawatiran warga, yang merasa terancam dengan maraknya peristiwa kriminal di lingkungan mereka.
Pernyataan Pihak Kepolisian
Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Joni H Damanik SH, saat dikonfirmasi mengenai insiden ini, menyatakan bahwa pihaknya masih dalam tahap penyelidikan. Ia belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait identitas dan motif dari kelompok penyerang tersebut. Situasi ini semakin memicu rasa penasaran dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Kondisi Keamanan di Tanjung Morawa
Kejadian penyerangan ini menyoroti pentingnya keamanan di Kecamatan Tanjung Morawa. Dengan meningkatnya angka kriminalitas, masyarakat berharap ada langkah-langkah konkret yang diambil oleh pihak berwenang untuk menjaga ketertiban dan keamanan di daerah tersebut. Kesadaran akan pentingnya kerjasama antara masyarakat dan aparat keamanan sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Dengan situasi yang semakin memprihatinkan, masyarakat di Kecamatan Tanjung Morawa mengharapkan perhatian lebih dari pihak berwenang. Kejadian ini harus menjadi momen refleksi bagi semua pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.




