Pemko Tanjungpinang Tingkatkan Sinergi dalam Pengawasan Program MBG untuk Efektivitas yang Lebih Baik

Pemerintah Kota Tanjungpinang menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan sinergi dan pengawasan. Dengan fokus pada keamanan pangan, Pemko berupaya memastikan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Tantangan dalam pelaksanaan program ini mendorong perlunya kolaborasi yang lebih erat antara berbagai pihak terkait, demi mencapai tujuan yang diharapkan.
Rapat Koordinasi untuk Pengawasan Program MBG
Rapat koordinasi yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai II Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang pada tanggal 1 Oktober 2026 menjadi ajang untuk membahas dukungan perangkat daerah dalam pengawasan program MBG. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai stakeholders, termasuk anggota Satgas MBG dan perwakilan dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Dipimpin oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri, rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan dan pemantauan program yang telah berjalan. Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci dalam memastikan pengawasan program MBG dapat dilakukan secara optimal.
Pengawasan Keamanan Pangan oleh DP3
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang, Lukman Robert, menyampaikan hasil pengawasan keamanan pangan yang dilakukan pada SPPG selama periode Februari hingga Mei 2026. Hasil pengawasan ini menjadi acuan penting dalam mengevaluasi kualitas pangan yang diberikan kepada masyarakat.
- 13 SPPG dengan 46 entri komoditas telah diperiksa.
- Pemeriksaan dilakukan pada 10 SPPG dengan 40 entri komoditas di bulan Februari.
- Pemeriksaan pada bulan Mei mencakup tiga SPPG dan enam entri komoditas.
- 40 entri negatif pestisida tercatat pada pemeriksaan Februari.
- Entri layak pada pemeriksaan Mei menunjukkan adanya perhatian terhadap kualitas pangan.
Robert menekankan pentingnya melengkapi hasil uji setiap sampel serta parameter pemeriksaan agar proses pencatatan dan pemantauan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas dan keamanan pangan yang disajikan kepada masyarakat.
Pembinaan dan Pengawasan oleh Dinas Kesehatan
Di sisi lain, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang yang dipimpin oleh Rustam, juga berperan aktif dalam pengawasan SPPG. Pembinaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap SPPG memenuhi persyaratan kesehatan lingkungan serta meminimalkan risiko kontaminasi pangan.
- Inspeksi kesehatan lingkungan dilakukan pada SPPG secara rutin.
- Pemberian edukasi tentang higiene dan sanitasi pangan.
- Verifikasi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
- Edukasi kepada pengelola SPPG tentang keamanan pangan.
- Respons terhadap laporan kejadian luar biasa keracunan pangan.
Rustam juga menjelaskan bahwa langkah-langkah yang diambil termasuk koordinasi penanganan pasien di fasilitas kesehatan, investigasi epidemiologi, identifikasi faktor risiko, dan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium. Semua hasil penanganan akan dicatat dan dilaporkan ke Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kementerian Kesehatan, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti sebagai evaluasi untuk perbaikan.
Masukan dan Sinergi dari Berbagai Pihak
Pada rapat koordinasi tersebut, semua perangkat daerah dan anggota Satgas MBG diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Pembahasan mencakup berbagai aspek penting, seperti data penerima manfaat, pengelolaan limbah SPPG, serta teknis pelaksanaan dan pengawasan program.
Perwakilan dari BPOM dan BGN juga memberikan masukan yang berharga sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan Program MBG di Kota Tanjungpinang. Ini menunjukkan pentingnya integrasi dan kolaborasi dalam menjaga keberlangsungan program yang krusial ini.
Pentingnya Koordinasi Lintas Sektor
Elfiani Sandri menggarisbawahi bahwa koordinasi lintas sektor harus dilakukan secara berkelanjutan sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak. Ia menekankan bahwa semua elemen, mulai dari BGN, SPPG, hingga pengelolaan limbah, perlu bekerja sama agar program MBG dapat dilaksanakan secara optimal.
- Koordinasi harus dilakukan dengan konsisten.
- Setiap pihak harus memahami peran dan tanggung jawabnya.
- Pengelolaan limbah juga menjadi bagian penting dari keseluruhan program.
- Keamanan pangan dan kualitas layanan harus menjadi fokus utama.
- Program MBG harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Merujuk pada hal tersebut, Elfiani menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya berfokus pada kelancaran pelaksanaan program, tetapi juga harus mencakup aspek keamanan pangan, lingkungan, dan kualitas pelayanan. Hal ini bertujuan agar program ini benar-benar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Komitmen Pemko Tanjungpinang untuk Program MBG
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kota Tanjungpinang menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat sinergi dan pengawasan bersama seluruh pihak terkait dalam pelaksanaan Program MBG. Upaya ini diharapkan dapat memastikan bahwa program berjalan dengan aman, tertib, dan berkelanjutan.
Dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi yang solid, Pemko Tanjungpinang bertekad untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Program MBG tidak hanya akan menjadi sebuah inisiatif sementara, tetapi diharapkan dapat membangun fondasi yang kuat untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.
Melalui langkah-langkah yang diambil, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan dampak positif yang signifikan dan berkelanjutan bagi masyarakat Tanjungpinang, serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan program sejenis.



