slot depo qris 10k slot depo 10k

slot online konsep dinamis untuk kinerja lebih baik

slot online konsep modern untuk kinerja lebih efisien

slot online konsep proaktif untuk kinerja lebih efisien

slot online konsep progresif untuk kinerja lebih presisi

slot online kontur konsisten untuk kinerja lebih terarah

slot online kontur modern untuk kinerja lebih presisi

slot online kontur proaktif untuk kinerja lebih optimal

slot online kontur strategis untuk kinerja lebih stabil

slot online lapisan adaptif untuk performa lebih optimal

slot online lapisan dinamis untuk performa lebih terarah

strategi slot online efisien untuk hasil lebih stabil

strategi slot online logis untuk keseimbangan lebih terarah

strategi slot online terarah untuk hasil lebih baik

strategi slot online terukur agar pengelolaan lebih optimal

teknik slot online analitik untuk alur lebih stabil

teknik slot online efektif untuk performa lebih efisien

teknik slot online efisien agar hasil lebih konsisten

teknik slot online logis berbasis kontrol lebih terarah

teknik slot online logis untuk hasil lebih stabil

strategi slot online efisien dengan performa lebih optimal

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

journal.unj.ac.id

HukrimMudikPeristiwaPT Nikomas Gemilang

Pengakuan Peserta AJK Program Mudik Gratis dari PT Nikomas Gemilang: Dijalan Kita Diminta Rp40 Ribu

— Paragraf 1 —

SERANG | PT Nikomas Gemilang Serang memfasilitasi Antar Jemput Kembali (AJK) bagi 4.900 karyawan dalam program Mudik Gratis tahun 2026

— Paragraf 3 —

Dibalik AJK program mudik Gratis tersebut, ada curhatan dari salah seorang peserta AJK PT Nikomas Gemilang, melalui pesan singkatnya sumber tersebut mengaku dimintai biaya oleh ketua rombongan.

— Paragraf 5 —

“Pengalaman pertama saya mudik naik bis AJK Nikomas, tidak lama setelah kita berangkat, dijalan kita diminta uang 40 ribu per orang,” kata sumber kepada serangtimur, Jum’at, (21/3/2026).

— Paragraf 7 —

Lanjut Sumber mengatakan, dirinya mengira uang Rp40 ribu yang diminta tersebut untuk sahur, Sumber juga menduga pungutan biaya yang tidak jelas untuk apa itu sudah sering terjadi.

— Paragraf 9 —

“Saya fikir uang itu untuk nanti makan sahur ternyata tidak, sepertinya hal ini sering terjadi dari dulu,” terangnya.

— Paragraf 11 —

Diberitakan sebelumnya, Suasana mudik lebaran Antar Jemput Karyawan (AJK) di PT. Nikomas Gemilang tahun 2026 pada Rabu (18/3) sekira pukul 20.00 WIB, diwarnai aksi pungli oleh oknum Security setempat.

— Paragraf 13 —

Oknum Security berinisial JP meminta uang parkir sebesar Rp. 30.000; kepada pengendara motor yang hendak mengantarkan keluarga ke PT. Nikomas Gemilang yang hendak ikut AJK ke wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

— Paragraf 15 —

Parahnya, tiga orang wartawan yang hendak meliput kegiatan AJK PT. Nikomas Gemilang juga tidak luput diminta uang parkir sebesar Rp. 30.000;.

— Paragraf 17 —

“Jadi orang-orang yang antar keluarganya yang akan ikut AJK pas parkir motor diminta uang parkir 30 ribu. Bahkan kami juga diminta,” kata salah satu wartawan kepada Redaksi, Rabu (18/3).

— Paragraf 19 —

Untuk diketahui, dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum Security PT. Nikomas Gemilang langsung dirasakan oleh beberapa wartawan yang ikut meliput kegiatan AJK.

— Paragraf 21 —

Pantauan dilokasi, oknum Security PT. Nikomas Gemilang telah meminta uang parkir Motor sebesar Rp. 30.000; kepada beberapa orang yang sedang mengantarkan keluarganya saat akan ikut AJK.

— Paragraf 23 —

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari PT Nikomas Gemilang terkait dugaan pungli tersebut.

Related Articles

Back to top button