Orang Baik Harus Berpolitik Agar Tidak Memberikan Kekuasaan kepada Orang Jahat

Dalam dunia yang semakin kompleks ini, penting bagi orang-orang baik untuk terlibat dalam politik. Jika mereka memilih untuk tidak berpartisipasi, maka kekuasaan bisa jatuh ke tangan individu yang tidak memiliki niat baik. Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. Misnan Aljawi, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Deli Serdang, saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) di Kantor DPC PPP Deli Serdang, Lubuk Pakam, pada hari Minggu, 13 September 2026. Pesannya jelas: keterlibatan orang baik dalam politik adalah suatu keharusan.
Pentingnya Keterlibatan Orang Baik dalam Politik
Dr. Misnan menjelaskan bahwa politik telah ada jauh sebelum Indonesia berdiri sebagai sebuah negara atau sebelum partai politik terbentuk. Sejak zaman Nabi Muhammad SAW, praktik politik telah diterapkan dalam bentuk siasah, di mana Nabi mengumpulkan para sahabat untuk merencanakan strategi dalam berperang. Kini, dalam konteks modern, kita harus bersiasah untuk bersaing dengan partai-partai lain, meraih simpati masyarakat, dan memperjuangkan kepentingan umat.
“Berpolitik memiliki tujuan utama untuk meraih atau merebut kekuasaan. Jika bukan kita, lalu siapa lagi yang akan melakukannya? Ketika orang baik enggan terjun ke dunia politik, maka yang akan berkuasa adalah mereka yang tidak baik,” tegas Misnan Aljawi, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Deli Serdang.
Persiapan Menuju Pemilu 2029
Dalam acara yang juga merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Dr. Misnan menyampaikan bahwa DPC PPP Deli Serdang telah menetapkan target ambisius untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Mereka berencana untuk meraih minimal enam kursi dan maksimal tujuh kursi dengan target perolehan suara mencapai 120 ribu.
- Mendapatkan kursi di DPRD Deli Serdang
- Menjalin komunikasi yang baik antar kader
- Melakukan konsolidasi untuk memperkuat posisi partai
- Membina hubungan dengan masyarakat
- Mempersiapkan program-program yang berdampak
“Dalam kegiatan ini, kami akan menetapkan tiga konsep siasah untuk memenangkan PPP. Melalui Mukercab, Musancab, dan berbagai kegiatan konsolidasi lainnya, kami berkomitmen untuk menjaga kekompakan dan silaturahmi di antara kader,” jelas Misnan, yang telah mengabdi sebagai anggota DPRD Deli Serdang selama tiga periode.
PPP Deli Serdang Sebagai Contoh di Sumatera Utara
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sumatera Utara, H. Ahmadan Harahap, bersama Bendahara Dra Hj Sa’adah Lubis MAP dan pengurus lainnya, memberikan apresiasi terhadap kesolidan dan kekompakan yang ditunjukkan oleh pengurus dan kader DPC PPP Deli Serdang. Menurutnya, DPC Deli Serdang menjadi contoh bagi DPC PPP lainnya di Sumatera Utara.
Ahmadan Harahap bahkan menyatakan bahwa DPC PPP Deli Serdang merupakan yang paling stabil dan aman. “Kami berharap Deli Serdang tidak hanya mencapai target enam hingga tujuh kursi di Pemilu mendatang, tetapi juga mampu mengantarkan wakilnya ke tingkat provinsi, minimal satu kursi dan maksimal dua kursi di DPRD Sumut,” ungkapnya dengan penuh harapan.
Pesan untuk Pengurus dan Kader
Ahmadan juga mengingatkan seluruh pengurus dan kader DPC PPP Deli Serdang untuk tidak bersantai-santai, mengingat Pemilu 2029 semakin dekat. “Sebagai seorang politisi, kita harus menyadari bahwa 2029 itu sudah di depan mata. Oleh karena itu, tidak ada lagi waktu untuk bermain-main. Konsolidasi harus dilakukan secara intensif, bangun jaringan, dan kerja sama dengan organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, dan pihak lainnya. Kita harus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi perjuangan dan kepentingan umat,” ajaknya.
Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berpolitik
Selain itu, dalam tausyiah yang disampaikan oleh Drs. H. Ngatman Azis MPd, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PPP Deli Serdang, ditekankan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah contoh ideal dalam berpolitik. “Nabi Muhammad SAW adalah suri teladan bagi kita semua. Beliau juga terlibat dalam politik. Kita sebagai kader PPP memiliki tanggung jawab untuk menerapkan nilai-nilai kesuriteladanan Nabi dalam semua aspek perjuangan kita,” jelas Ngatman.
Acara Mukercab ini berlangsung dengan aman dan lancar, dihadiri oleh para pengurus lainnya, termasuk Bendahara Abdul Ghafur Sina SH MH. Keterlibatan orang baik dalam politik bukan hanya sebuah pilihan, melainkan sebuah kewajiban untuk memastikan bahwa kekuasaan tidak jatuh ke tangan yang salah. Kita semua memiliki peran dalam membentuk masa depan politik yang lebih baik.




