Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Kasdam XIII/Merdeka

Perayaan Paskah Nasional 2026 di Sulawesi Utara menjadi momen bersejarah yang menandai kebersamaan masyarakat dalam menyambut kebangkitan Kristus. Acara ini tidak hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sarana untuk memperkuat persatuan antarumat beragama. Dalam konteks ini, Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto, Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) XIII/Merdeka, turut hadir untuk menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung kebebasan beribadah serta membangun hubungan yang harmonis antara berbagai elemen masyarakat.
Paskah Nasional 2026 di Manado
Acara Paskah Nasional tahun 2026 dilaksanakan di Pohon Kasih yang terletak di Kawasan Megamas, Kelurahan Wenang Selatan, Kota Manado pada tanggal 8 April. Dalam suasana yang khidmat, Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto hadir sebagai simbol dukungan TNI terhadap semangat kebersamaan dan persatuan. Kehadirannya di tengah masyarakat menegaskan bahwa TNI bukan hanya berfungsi dalam aspek pertahanan, tetapi juga berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Makna Kehadiran TNI dalam Perayaan
Kehadiran Kasdam XIII/Merdeka dalam perayaan ini menegaskan bahwa TNI bersinergi dengan masyarakat. Dengan mengusung tema “Kristus Bangkit Memperbaharui Kemanusiaan Kita” dan sub tema “Supaya Kita Menjadi Satu”, Paskah Nasional 2026 tidak hanya menjadi ajang merayakan kebangkitan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarumat beragama.
- Memperkuat rasa persatuan di tengah perbedaan.
- Meneguhkan komitmen TNI terhadap kebebasan beribadah.
- Mendorong kolaborasi antara TNI dan masyarakat.
- Menunjukkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan.
- Membangun kesadaran akan pentingnya toleransi.
Peran TNI dalam Masyarakat
Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat bukan hanya terbatas pada tugas pertahanan. TNI juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam menjaga keamanan dan mendukung berbagai kegiatan sosial serta keagamaan di wilayah. Hal ini sejalan dengan prinsip kemanunggalan TNI dan rakyat yang harus terus diperkuat.
Kemanunggalan TNI dan Rakyat
“Kemanunggalan TNI dengan rakyat dibangun melalui kedekatan dan kepedulian sosial,” ungkapnya. Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta kebersamaan yang kokoh dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan wilayah, khususnya di Sulawesi Utara. Brigjen TNI Yustinus menekankan bahwa sinergi ini sangat penting agar masyarakat dapat hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan.
Ia juga mengingatkan pentingnya introspeksi diri untuk mengenali kekurangan masing-masing. Dalam konteks ini, sebagai umat Tuhan, kita semua diharapkan untuk menjadi cahaya bagi sesama. “Provinsi Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah yang penduduknya hidup damai. Kita harus terus menjaga dan mempertahankan kedamaian ini agar masyarakat semakin sejahtera, baik secara jasmani maupun rohani,” katanya.
Partisipasi dan Kehadiran Tokoh-tokoh Penting
Perayaan Paskah Nasional 2026 dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari berbagai kalangan. Di antara yang hadir adalah Utusan Khusus Presiden RI, Hasyim Djojohadikusumo, serta Staf Khusus Menteri Agama, H. Gugun Gumilar. Kehadiran mereka semakin menegaskan pentingnya acara ini dalam konteks kebhinekaan dan persatuan bangsa.
Tokoh-tokoh yang Berkontribusi
Selain itu, hadir pula Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, Anggota DPR RI, Martin Daniel Tumbelaka, dan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus. Kehadiran para pemimpin daerah dan tokoh agama ini menunjukkan dukungan mereka terhadap kegiatan keagamaan dan semangat kebersamaan dalam masyarakat. Hal ini sangat penting untuk membangun harmoni di tengah keberagaman yang ada.
- Utusan Khusus Presiden: Hasyim Djojohadikusumo
- Staf Khusus Menteri Agama: H. Gugun Gumilar
- Gubernur Sulut: Yulius Selvanus
- Ketua DPD RI: Sultan Bachtiar Najamudin
- Anggota DPR RI: Martin Daniel Tumbelaka
Pesan Moral dari Perayaan Paskah
Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto menutup sambutannya dengan mengingatkan semua pihak untuk tetap menjaga kedamaian dan kerukunan di Sulawesi Utara. Ia berharap agar pesan Paskah dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Selamat Paskah, Tuhan Berkati Torang Samua,” ujarnya, menekankan bahwa semangat kebangkitan Kristus harus menjadi inspirasi bagi semua orang untuk menciptakan kedamaian dan kesejahteraan.
Refleksi Paskah dalam Kehidupan Sehari-hari
Perayaan Paskah merupakan waktu yang tepat untuk merenungkan nilai-nilai kebangkitan, cinta, dan pengorbanan. Setiap individu diharapkan dapat mengambil makna dari momen ini untuk saling menghargai dan mendukung satu sama lain. Dengan demikian, Paskah tidak hanya menjadi perayaan ritual semata, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya toleransi dan persatuan dalam masyarakat.
Dengan perayaan yang penuh makna ini, diharapkan masyarakat Sulawesi Utara dapat terus menjaga keharmonisan dan saling mendukung dalam berbagai aspek kehidupan. Paskah Nasional 2026 telah memberikan pesan yang jelas bahwa bersama-sama kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik, damai, dan sejahtera.




