Antusiasme Tinggi, Menaker Ajukan Tambahan 150 Ribu Kuota Magang Nasional 2026

— Paragraf 1 —
JAKARTA | Media24jam.com – Tingginya minat masyarakat, khususnya lulusan baru, terhadap program magang mendorong Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengusulkan penambahan 150 ribu kuota peserta Program Magang Nasional (MagangHub) pada 2026.
— Paragraf 2 —
Usulan tersebut disampaikan Yassierli usai rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (9/4/2026). Penambahan kuota ini diharapkan dapat memperluas akses pengalaman kerja sekaligus menjawab kebutuhan industri akan tenaga kerja yang siap pakai.
— Paragraf 3 —
“Program Magang Nasional saat ini masih dalam tahap pengusulan anggaran. Dengan dukungan dari Kementerian Keuangan dan Kemenko Bidang Perekonomian, kami berharap program ini dapat direalisasikan sehingga membuka lebih banyak kesempatan bagi calon peserta,” ujar Yassierli.
— Paragraf 4 —
Ia menegaskan, pelaksanaan program pada 2026 tidak boleh terpusat di kota-kota besar saja. Pemerataan menjadi prinsip utama agar manfaat program dapat dirasakan secara luas, mulai dari wilayah Indonesia bagian barat, tengah, hingga timur.
— Paragraf 5 —
“Daerah dengan tingkat pengangguran tinggi diharapkan memperoleh porsi kuota yang lebih besar,” katanya.
— Paragraf 6 —
Penambahan kuota ini dinilai penting mengingat banyak lulusan baru yang masih terkendala minimnya pengalaman kerja. Di sisi lain, program ini juga memberikan keuntungan bagi dunia industri dalam mendapatkan talenta yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar.
— Paragraf 7 —
Sejalan dengan pembahasan bersama Komisi IX DPR RI, program ini dirancang sebagai langkah konkret untuk menekan angka pengangguran terbuka, dengan fokus pada daerah berpengangguran tinggi serta sektor-sektor strategis.
— Paragraf 8 —
“Kami pastikan bidang magang akan beragam dan tidak terfokus pada satu sektor saja. Namun, rencana ini masih dalam tahap pembahasan lanjutan dan koordinasi lintas sektoral sebelum ditetapkan secara final,” jelasnya.
— Paragraf 9 —
Melalui Program Magang Nasional 2026, pemerintah menargetkan peningkatan akses pengalaman kerja bagi generasi muda, kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, serta penguatan keterkaitan antara dunia pendidikan dan industri.(*).
