Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, dikejutkan oleh terjangan angin puting beliung yang menyebabkan kerusakan parah pada ratusan rumah warga. Kejadian ini menimbulkan dampak yang signifikan bagi kehidupan sehari-hari penduduk setempat. Pemerintah Desa dan Kecamatan Beringin saat ini tengah melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pasti rumah warga yang terdampak oleh bencana ini, yang terjadi pada Selasa, 2 September 2026.
Dampak Bencana di Empat Desa
Berdasarkan informasi awal, terdapat empat desa yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung, yaitu Desa Sidodadi Ramunia, Desa Emplasmen Kualanamu, Desa Pasar V Kebun Kelapa, dan Desa Tumpatan. Masing-masing desa ini telah melakukan upaya untuk menginventarisasi kerusakan yang terjadi.
Pernyataan Camat Beringin
Camat Beringin, Dani Mulyawan, mengonfirmasi adanya bencana ini dan menyatakan bahwa ada sejumlah desa yang terkena dampak. “Ada ratusan rumah yang mengalami kerusakan. Saat ini kami masih melakukan pendataan di lapangan,” ungkapnya. Di Desa Pasar V Kebun Kelapa, sekitar 65 rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat fenomena alam ini.
Kerugian yang Diderita Warga
Kepala Desa Pasar V Kebun Kelapa, H. Sumantri, menyampaikan bahwa sebanyak 65 rumah di desanya telah rusak akibat angin puting beliung dan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Meskipun tidak ada laporan tentang korban jiwa, kerugian material yang dialami warga diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Detail Kerusakan di Dusun Amal Bakti
Menurut H. Sumantri, dari total 65 rumah yang rusak, sekitar 53 rumah berada di Dusun Amal Bakti, sementara sisanya tersebar di Dusun Bina Karya dan Dusun Rahayu. “Proses perhitungan jumlah rumah yang rusak masih berlangsung, dan kami juga sedang menangani dampak yang ditimbulkan oleh angin kencang ini. Dari total tersebut, sekitar 20 rumah mengalami kerusakan berat,” jelasnya.
Informasi Dari Desa Emplasmen Kualanamu
Sementara itu, Kepala Desa Emplasmen Kualanamu, Koko Kurniawan, melaporkan bahwa di desanya terdapat 17 rumah yang rusak akibat bencana ini. Kerusakan tersebut terdiri dari 6 rumah yang mengalami kerusakan parah, sementara sisanya rusak dalam kategori sedang dan ringan.
Kondisi Pengungsi
“Dari total 17 rumah yang terdampak, enam rumah mengalami kerusakan berat hingga atapnya terbang. Saat ini, warga yang terdampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya,” ungkap Koko Kurniawan. Keberadaan pengungsi ini menunjukkan dampak sosial dari bencana alam yang terjadi.
Situasi di Desa Tumpatan dan Sidodadi Ramunia
Di dua desa lainnya, yaitu Desa Tumpatan dan Desa Sidodadi Ramunia, juga terdapat belasan rumah yang mengalami kerusakan. Pemerintah desa setempat, dengan dukungan Babinsa dari Koramil Beringin, masih terus memantau dan mendampingi warga yang terkena dampak bencana ini.
Cuaca Ekstrem yang Melanda Beringin
Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai petir dan angin kencang melanda Kecamatan Beringin dan sekitarnya selama hampir dua jam. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam yang dapat terjadi kapan saja.
Situasi yang dihadapi oleh masyarakat Beringin saat ini menunjukkan betapa rentannya kehidupan mereka terhadap perubahan cuaca yang ekstrem. Upaya penanganan dan pemulihan pasca-bencana perlu segera dilakukan untuk membantu mereka yang terkena dampak agar bisa kembali ke aktivitas normal. Pemerintah dan masyarakat perlu bersinergi untuk mengatasi tantangan ini dan meningkatkan ketahanan terhadap bencana di masa depan.
