Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi momen penting untuk meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pada tanggal 1 Oktober 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melaksanakan upacara resmi di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sumut yang berlokasi di Jalan Diponegoro 30, Medan. Dalam suasana yang khidmat, acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk pejabat pemerintah dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Makna Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila memiliki arti yang sangat mendalam bagi masyarakat Indonesia. Kegiatan ini bukan hanya untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang, tetapi juga sebagai pengingat bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang harus dijunjung tinggi. Tema yang diusung pada tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, menunjukkan bahwa Pancasila berperan penting dalam menciptakan persatuan dan kesatuan di antara seluruh elemen bangsa.
Pelaksanaan Upacara Resmi
Upacara tersebut dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Rangkaian acara diawali dengan mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur, dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Setiap peserta yang hadir menunjukkan sikap yang penuh penghormatan dan kesungguhan dalam mengikuti setiap tahapan upacara.
- Mengheningkan cipta untuk menghormati pahlawan.
- Pembacaan teks Pancasila.
- Pembacaan UUD 1945 oleh petugas.
- Pembacaan naskah Ikrar.
- Pembacaan doa bersama untuk keselamatan bangsa.
Pesan dalam Ikrar
Puncak dari upacara tersebut adalah pembacaan naskah Ikrar, di mana seluruh peserta menegaskan komitmen mereka untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Ikrar ini mencerminkan tekad bulat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menggalang kebersamaan di tengah keragaman yang ada. Pesan ini sangat penting, mengingat tantangan yang dihadapi oleh bangsa saat ini.
Partisipasi ASN dan Masyarakat
Upacara tersebut dihadiri oleh jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta ratusan ASN dari berbagai instansi di lingkungan Pemprov Sumut. Keberadaan mereka tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai representasi dari komitmen pemerintah daerah dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Suasana haru dan khidmat mewarnai jalannya upacara, di mana semua peserta mengikuti dengan penuh perhatian dan rasa hormat.
Doa Bersama untuk Keberlangsungan Bangsa
Setelah rangkaian upacara selesai, acara ditutup dengan pembacaan doa bersama. Doa ini dimaksudkan untuk memohon keselamatan bagi bangsa, kemajuan daerah, serta keharmonisan masyarakat di Sumatera Utara. Melalui doa ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bersatu padu dalam mewujudkan cita-cita bersama, sesuai dengan semangat Pancasila.
Penutup Upacara
Usai upacara, Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor menyapa dan menyalami para komandan barisan serta jajaran kepala dinas yang hadir. Momen ini tidak hanya menjadi penutup resmi dari rangkaian acara, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan persatuan dalam menjalankan amanah yang diemban. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila kali ini menjadi pengingat bahwa Pancasila adalah fondasi bangsa yang harus terus diperkuat.
Dengan demikian, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Provinsi Sumatera Utara tidak hanya sekedar seremonial, tetapi juga sebuah upaya nyata untuk mengingatkan semua warga negara akan pentingnya nilai-nilai Pancasila. Semoga komitmen ini dapat terus terjaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
