Kabel WiFi Diduga Menyebabkan Mahasiswa Tewas di Mojokerto, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Tragedi di Mojokerto telah mengguncang masyarakat, di mana seorang mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bernama Muhammad Narendra Ghozi Arrusydi kehilangan nyawanya akibat sebuah kecelakaan yang diduga disebabkan oleh kabel WiFi yang menjuntai rendah di jalan. Kecelakaan ini terjadi di Jalan Empunala pada siang hari, dan kini kasus ini sedang dalam penyelidikan oleh kepolisian. Pertanyaan besar yang muncul adalah, siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas insiden yang menyedihkan ini?

Peristiwa Kecelakaan yang Menyeramkan

Kecelakaan tragis ini terjadi pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 14.30 WIB, di depan Toko Besi Murah yang terletak di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor melintas setelah mengantar temannya. Tiba-tiba, kabel optik yang diduga menjuntai rendah melilit tubuhnya, mengakibatkan kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Upaya Pertolongan yang Tidak Berhasil

Setelah kejadian tersebut, warga di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo di Kota Mojokerto. Namun, sayangnya, usaha medis tidak dapat menyelamatkan nyawa mahasiswa tersebut.

Proses Hukum yang Ditempuh Keluarga Korban

Kasus ini resmi dilaporkan oleh ayah korban, Rusdi, ke SPKT Polres Mojokerto Kota pada 16 September 2026, dengan nomor laporan LPM/352.SATRESKRIM/IX/2026/SPKT/POLRES MOJOKERTO KOTA/POLDA JAWA TIMUR. Keluarga korban mencurigai adanya kelalaian dalam pemasangan maupun pemeliharaan kabel yang melintas di area jalan umum.

Harapan Keluarga untuk Keadilan

Ibu korban, Ira, berharap agar proses hukum berlangsung transparan dan menyeluruh. Ia menekankan pentingnya penertiban serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang tepat dalam pemasangan kabel di ruang publik. “Ini harus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujarnya pada 21 September 2026.

Respons dari Pihak Terkait

Mujiono MD, Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Mojokerto Raya, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, pihak keluarga belum menerima konfirmasi dari penyedia jasa internet yang diduga terkait dengan kabel tersebut. “Kami melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian agar klien kami mendapatkan hak hukum dan keadilan,” tambahnya.

Koordinasi dengan Penyidik

Advokat Subagiyo yang menangani kasus ini menyatakan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan pihak penyidik mengenai perkembangan laporan tersebut. Menurutnya, kasus ini tengah dalam tahap penyelidikan, dan penyidik sedang berupaya untuk mengidentifikasi provider yang diduga bertanggung jawab atas kabel yang melintas di lokasi kecelakaan.

Aspek Keselamatan Instalasi Kabel

Peristiwa ini menyoroti pentingnya keselamatan dalam instalasi kabel yang melewati jalan umum. Hingga saat ini, penyidik masih menggali informasi mengenai siapa pemilik kabel, apakah pemasangannya memenuhi ketentuan yang berlaku, serta bagaimana mekanisme pengawasan dan pemeliharaannya.

Upaya Pengumpulan Bukti

Polres Mojokerto Kota masih aktif mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan bukti-bukti untuk memastikan urutan peristiwa dan menentukan siapa yang bertanggung jawab. Saat ini, penetapan tersangka dan kesimpulan hukum belum dilakukan.

Harapan untuk Perbaikan dan Penertiban

Keluarga korban sangat berharap agar proses penyelidikan dapat mengungkap penyebab kecelakaan dengan jelas dan menjadi momentum untuk penertiban instalasi kabel yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Insiden seperti ini seharusnya mendorong pihak berwenang untuk lebih ketat dalam mengawasi dan menegakkan regulasi terkait pemasangan kabel di ruang publik.

Pentingnya Tindakan Preventif

Dengan kejadian ini, ada beberapa langkah yang perlu dipertimbangkan untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan:

Tragedi yang menimpa Muhammad Narendra Ghozi Arrusydi ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya keselamatan dan tanggung jawab dalam pemasangan infrastruktur publik. Penyelidikan yang transparan dan adil diharapkan dapat membawa kejelasan dan keadilan, serta mendorong perbaikan sistem yang lebih baik untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Exit mobile version