Jangan Malu Ngasih Sumber

Menulis blog mungkin kita sudah biasa. Biar lebih menantang, kita perlu sekali-kali mencoba menulis sesuatu yang berkualitas. Boleh jadi tulisan tersebut membahas suatu masalah secara serius. Demi melengkapi tulisan kita, maka kadang kita cari referensi dari blog-blog atau situs lain atau bahkan dari majalah favorit kita.

Nah, walaupun 100% tulisan tersebut adalah buah pemikiran kita alias tidak copas sama sekali dari artikel sebelah, tapi tidak ada salahnya kita cantumkan sumber tulisan. Atau mungkin kalau lebih tepatnya adalah referensi. Menurut saya, untuk penulisan semi ilmiah, hal tersebut sudah menjadi suatu kewajiban.

Referensi bukan hanya akan menunjukkan bahwa anda benar-benar melakukan riset sebelumnya, tapi juga akan memperkaya khasanah ilmu para pembaca. Dengan referensi, pembaca yang ingin lebih mendalami artikel anda bisa langsung menuju ke informasi yang anda tunjukkan.

Wah, berarti mereka pergi dong dari blog kita?

Lha, suka atau tidak kalau artikelnya sudah dibaca ya mereka akan pergi kan? Tapi dengan meninggalkan informasi yang cukup sebelum mereka pergi, anda sudah meninggalkan kesan yang baik dalam perjalanan surfing mereka. Setidaknya mereka akan datang lagi di artikel mendatang anda karena anda tidak setengah-setengah dalam memberikan informasi.

Memberi sumber atau referensi, tidak melulu harus dibuatkan paragraf khusus di bawah tulisan, walaupun ini jauh lebih mudah diikuti oleh pembaca. Saya pribadi lebih suka memberi link ke sumber yang dimaksud sehingga pembaca tahu benar referensi ini untuk topik yang ini.

Bagi mereka yang belajar SEO, biasanya akan sangat pelit berbagi backlink. Padahal kalau kita sama sekali gak pernah ngasih backlink ke luar, justru artikel kita dinilai dangkal. Kalaulah anda tahu dianggap link farming, maka anda bisa tambahkan nofollow di link yang anda berikan (seperti dilakukan oleh wikipedia).

Nah, coba mulai sekarang kita belajar membuat artikel semi ilmiah. Eh, siapa tahu lama kelamaan tulisan kita bisa menyamai standart para penulis di koran-koran. Kalau udah gitu, setiap artikel kita bisa dihargai 250.000 – 500.000 lho. Enak gak tuh? Makanya mulai berlatih sekarang juga.


Warning: Use of undefined constant related_posts - assumed 'related_posts' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home2/tokoalga/lutviavandi/wp-content/themes/twentychild/single.php on line 42

About Lutvi

Bukan Ustadz, bukan Dai apalagi Kyai. Juga bukan guru. Hanya sekedar santri miskin ilmu yang coba mengamalkan 1 ayat warisan dari para ulama. Saat ini diamanahi menjadi admin web WordPress Indonesia
This entry was posted in Belajar Menulis. Bookmark the permalink.

14 Responses to Jangan Malu Ngasih Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *