Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, secara resmi meluncurkan kegiatan Bimbingan Manasik Haji Akbar untuk tahun 1447 H/2026 M di Masjid Syahrun Nur Sipirok pada Selasa, 14 April 2026. Acara ini dihadiri oleh seluruh calon jamaah haji dari Kabupaten Tapanuli Selatan, menandai persiapan penting bagi mereka yang akan menjalankan ibadah haji.
Makna dan Tujuan Manasik Akbar 2026
Kegiatan ini mengangkat tema “Keikhlasan, Kesabaran, dan Kebersamaan adalah Kunci Sukses Haji yang Mabrur.” Tema ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga menggambarkan esensi dari ibadah haji itu sendiri. Kegiatan manasik berfungsi untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umrah sekaligus membangun semangat kebersamaan di antara para jamaah.
“Kita sepatutnya bersyukur, terutama bagi 130 jamaah yang diberi kesempatan menjadi tamu Allah. Ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang baik, maka saya mengingatkan agar semua jamaah menjaga kesehatan agar dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan lancar,” ungkap Gus Irawan dalam sambutannya.
Harapan untuk Haji Mabrur
Bupati Gus Irawan menegaskan harapannya agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah wajib dan sunnah dengan baik, sehingga mereka berhak memperoleh predikat haji mabrur dan mabrurah. Ini merupakan tujuan utama dari setiap jamaah yang berangkat ke Tanah Suci.
Pentingnya Doa dan Dukungan
Dalam kesempatan yang sama, Gus Irawan juga meminta doa dari para calon jamaah agar Kabupaten Tapanuli Selatan dijauhkan dari bencana. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah telah berupaya maksimal dalam penanganan berbagai bencana yang terjadi di beberapa wilayah.
- Penanganan bencana di Tapanuli Selatan termasuk yang tercepat di antara 48 kabupaten/kota di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
- Pengungsi telah dipindahkan ke hunian sementara, sehingga tidak lagi tinggal di tenda pengungsian.
- Upaya ini dilakukan menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.
Gus Irawan juga menyoroti nilai budaya Dalihan Natolu yang kuat dalam masyarakat Tapanuli Selatan. Hal ini terlihat dari semangat gotong royong masyarakat saat terjadi bencana, termasuk pendirian dapur umum sebelum bantuan dari pemerintah dapat mencapai lokasi terdampak.
Ikhlaskan yang Tertinggal
Dalam pesannya kepada jamaah, Bupati menekankan pentingnya mengikhlaskan keluarga dan harta benda yang ditinggalkan selama menjalankan ibadah haji. “Ikhlaskan apa yang ditinggalkan. InsyaAllah, Allah SWT akan menjaga keluarga dan harta kita selama berada di Tanah Suci,” tegasnya.
Pendampingan oleh Kementerian Haji dan Umrah
Gus Irawan juga menitipkan para jamaah kepada Kementerian Haji dan Umrah serta para pembimbing ibadah agar dapat membimbing jamaah Tapanuli Selatan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dan umrah dengan baik. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Rincian Jumlah Jamaah dan Petugas
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tapanuli Selatan, Firmansyah Pasaribu, menjelaskan bahwa kegiatan manasik haji akbar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pelaksanaan ibadah haji dan umrah kepada seluruh calon jamaah. Sebanyak 130 orang peserta manasik terdiri dari 40 jamaah laki-laki dan 90 perempuan, serta didampingi oleh enam petugas haji.
Petugas yang menyertai jamaah terdiri dari:
- Ketua Kloter: Rahmadsyah Harahap
- Pembimbing Ibadah: Anwar Budi Nasution
- Dokter: Rusydy Saleh Siregar
- Paramedis: Listianti Siregar
- TPHD: Erry Zulkifli Siregar dan Nikmat Fauzi Lubis
Pembagian Kloter dan Jadwal Keberangkatan
Jamaah haji Tapanuli Selatan akan tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 5/KNO Embarkasi Medan bersama jamaah asal Kota Medan dari KBIHU Multazam Asy Syafii, An Nida’u, dan Alhamidu. Mereka dijadwalkan untuk masuk Asrama Haji pada 26 April 2026 pukul 06.00 WIB.
Menariknya, jamaah termuda tercatat atas nama Adzra Salsabila Binti Abdul Latif yang berusia 18 tahun 8 bulan asal Wek II Kecamatan Batangtoru, sedangkan jamaah tertua adalah Monto Siregar Binti Juhari yang berusia 82 tahun 6 bulan dari Desa Tapus, Kecamatan Sipirok. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah haji dapat diikuti oleh berbagai kalangan usia, mencerminkan semangat spiritual yang tinggi di masyarakat.
Partisipasi Pejabat dan Tokoh Masyarakat
Acara pembukaan manasik akbar ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati, Jafar Syahbuddin Ritonga, Asisten I Hamdan Zen, Staf Ahli Bupati Ibnussalam, serta sejumlah pejabat lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap para jamaah dan pentingnya kegiatan ini bagi masyarakat Tapanuli Selatan.
Dengan semangat dan harapan yang tinggi, para jamaah haji Tapanuli Selatan bersiap untuk menjalani ibadah haji yang penuh berkah. Manasik Akbar 2026 bukan hanya sekadar persiapan fisik, tetapi juga merupakan persiapan spiritual yang akan mengantarkan mereka menuju pengalaman ibadah yang mabrur.
