Bijaksana Memilih Themes & Mengelola Tampilan

Memilih theme untuk blog biasanya menghabiskan waktu paling banyak bagi seorang blogger pemula. Kenapa? Karena mereka ini biasanya lebih mementingkan tampilan daripada fungsi. Dan bisa ditebak, tampilan blog seorang pemula dibandingkan seorang blogger profesional.

Blogger pemula biasanya memilih theme-theme yang nampak wah. Theme-theme dengan lebel Premium theme biasanya mereka pakai kalau dapat versi bajakannya. Kalau ndak dapat, maka Free Premium Theme-pun diambil. Theme-theme default seperti twenty ten gini biasanya mereka ogah pakai. Alasannya, udah banyak yang pakai… hehehe..

Yang paling mudah ditebak adalah bagian sidebar-nya. Jangan harap anda menemukan sidebar yang simple dan bersih. Biasanya sidebarnya penuh dengan widget. Mulai banner-banner, animasi flash jam dan tanggal, widget facebook, widget twitter, sampai aneka widget statistik nempel disana. Bahkan tak jarang pasang juga pemberitahuan no. IP dan browser yang dipakai pengunjung. Yang lebih ekstrim lagi, blognya ditutupi dengan pop-up berisi form untuk subscribe artikelnya. weww..

Makanya jangan heran kalau blog-nya jadi jarang pengunjung. Lha sekali berkunjung aja ratusan kilobyte melayang cuma buat hal-hal yang nggak penting. Untuk apa coba pasang jam dan kalender. Tanpa inipun, pengunjung anda sudah tahu waktu dengan melihat pojok kiri bawah monitor-nya.

Untuk apa juga nampilin nomor IP dan jenis browser. Tanpa anda tampilkan-pun mereka tahu persis browser yang dipakainya. Sementara aneka macam statistik juga gak penting kecuali anda memang mau menjual blog. Jadi, pilih aja statistik yang hidden seperti google analytics atau histats yang hidden stats.

Lalu untuk banner, jika anda bergabung dengan banyak program affiliasi, sangat bijak jika anda membuat sebuah banner saja berisi tulisan yang menarik misalnya, “AWAS KENA TIPU, BACA PRODUK-PRODUK YANG SAYA REKOMENDASIKAN. KLIK DISINI”. Lalu arahkan ke page yang berisi produk-produk yang anda ikuti lengkap dengan keterangan singkatnya. Rapi kan?

Dan yang terakhir soal themes. Tidak semua theme itu baik. Bahkan kebanyakan premium theme itu nggak manfaat sama sekali. Loading yang berat karena kebanyakan gambar dan biasanya juga ndak SEO friendly karena mementingkan tampilan daripada pengkodingan.

Untuk theme ini sesuaikan dengan tujuan anda ngeblog. Jika sebagai company profile, maka themes2 yang menampilkan banyak gambar-gambar mungkin bagus. Contohnya theme2 untuk toko online dan photoblog.

Sementara jika tujuannya untuk Pay Per Click, sebaiknya pilih yang simple dan fast loading agar pembaca gak segera kabur mengingat adsense butuh banyak pengunjung dan mereka ini cuma nyari konten dan ndak peduli dengan asesoris.

Nah, coba nilai sendiri blog anda. Perlu ndak itu disitu dan ini disini. Kalau ndak ada apa efeknya? Bisa ndak disederhanakan? Jika nulis sudah mantap, maka saatnya anda bersih-bersih blog 🙂


Warning: Use of undefined constant related_posts - assumed 'related_posts' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/zavieror/public_html/wp-content/themes/twentychild/single.php on line 42

About Lutvi

Bukan Ustadz, bukan Dai apalagi Kyai. Juga bukan guru. Hanya sekedar santri miskin ilmu yang coba mengamalkan 1 ayat warisan dari para ulama. Saat ini diamanahi menjadi admin web WordPress Indonesia
This entry was posted in Otak-Atik WordPress. Bookmark the permalink.

14 Responses to Bijaksana Memilih Themes & Mengelola Tampilan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *