Sales Letter Bombastis. Wajarkah?

Berhubung situasi cafeblogger cukup memanas gara-gara pro kontra soal ebook sampah. Saya mencoba meng-clearkan semua ini dulu dan mengajak anda melihat realita. Memang seolah-olah saya sedang tebang pilih dalam membuat review. Walaupun jika anda simak baik-baik di tiap review selalu saya coba menunjukkan sisi positif dan negatifnya.

Okay, salah satu persoalan kenapa ebook sampah di bilang sampah adalah pada sales letternya. Biasanya nadanya seperti ini:

“BAGAIMANA MENDAPATKAN Rp. X.XXX.XXXX,XX HANYA DALAM XX HARI/MENIT”

Lalu setelah header yang memukau, biasanya ada perkenalan sedikit, testimoni, bukti-bukti dan tentu saja keunggulan-keunggulannya. Selesai? Belum, di akhir tulisan anda akan ditawari mau beli atau tidak.

Terus terang, saya menilai suatu sales letter hanya berdasarkan testimoni, bukti-bukti dan keunggulan saja. Soal yang lain saya tidak akan memperhatikan. Kenapa? Karena selain dari 3 hal itu, adalah bahasa marketing. Anda tahu bahasa marketing? Bahasa menjual!!

Kita fair ajalah. Sudah jadi rahasia umum bahwa semua kecap adalah nomor 1. Benar atau tidak?
Semua iklan bilang produknya paling baik. Betul?
Semua orang yang jualan hanya menunjukkan yang baik-baik. Tahu tidak?

Jika anda sudah tahu itu. Lha kenapa anda masih juga terlalu serius ngurusi bahasa iklan? Saya yakin anda pernah melihat iklan shampo di Tivi. Saya suka sekali iklan salah satu shampo dimana ditampilkan 2 karateka. Yang satu memakai shampo yang diiklankan, yang satu tidak. Lalu pas hormat, tanpa sengaja rambut pemakai shampo X ini mengenai kepala lawannya. Seketika itu juga lawannya KO. Masuk akal?

Hallooo?? Masuk akal gak shampo itu? Dan kenapa masih banyak yang beli shampo itu dan tahu tidak sampai sekarang belum ada satupun karateka yang menang hanya dengan memakai shampo itu.

HOOIII !!! Saya ingin membangunkan anda! Sekarang gini aja deh. Anda lihat iklan2 di TV, lalu setiap iklan yang gak masuk akal anda komentari di Suara Pembaca berbagai media. Berani gak?? Anda bisa dituduh sinting dan ndeso kalau begitu.

Sama juga dengan dunia online bung. Jika anda calon pembeli jangan langsung terpedaya dengan bahasa Iklan. Perhatikan benar-benar bukti-bukti yang ada. Kalau perlu minta pendapat orang-orang yang sudah beli. Kalau anda tidak menemukan pendapat, ya pilihan ada di tangan anda.

Seperti ketika anda memilih sebuah shampo. Setelah anda lihat iklan bahwa shampo itu bisa membuat KO seorang karateka, anda ke swalayan dan benar-benar menemukan shampo itu di rak. Apakah anda membeli atau tidak? terserah anda kan? Jika anda membeli lalu mencoba melawan karateka dengan rambut baru anda. Lalu ternyata tidak berhasil, apakah anda akan protes??

Kesimpulannya, materi iklan, sales letter, surat penawaran atau apapun yang sifatnya menjual itu SANGAT WAJAR kalau terkesan BOMBASTIS dan HIPERBOLA. Tapi reaksi anda yang bombastis dan menghadapi tanpa nalar, itu yang TIDAK WAJAR. Maka dalam menghadapi penjual ebook atau penjual apapun termasuk penjual shampo adalah:

– Pegang prinsip bahwa apapun yang dia katakan adalah BAHASA IKLAN
– Terjemahkan dalam bahasa anda berdasarkan realita
– Pertimbangkan apakah yang anda dapat sebanding dengan yang anda berikan.
– Hati-hati dengan emosi. Biasanya penawaran selalu ingin melibatkan emosi anda. Jadi stay cool aja.
– Kalau memang butuh tempat belajar bisnis online yang maknyus.. kenapa gak ke cafebisnis aja sih? Hehehhe…

About Lutvi

Bukan Ustadz, bukan Dai apalagi Kyai. Juga bukan guru. Hanya sekedar santri miskin ilmu yang coba mengamalkan 1 ayat warisan dari para ulama. Saat ini diamanahi menjadi admin web WordPress Indonesia
This entry was posted in Belajar Bisnis Online. Bookmark the permalink.

14 Responses to Sales Letter Bombastis. Wajarkah?

  1. vicky says:

    wah pertama nih… hehehe…

    iya mass.. … bacanya iklanya santai aja….

    tapi kalau ada iklan ya di klik aja gak papa… trus diliat… kalau tertarik silahkan beli. kalau gak ya gak usah beli…hahaha

    JAWAB:

    Bener banget!! Klik aja semua iklannya tapi gak usah beli.. hehehe

  2. andikav says:

    saya setuju dengan anda. bahasa iklan kok diributin.
    iklan yang bagus tuh emang yg menjual. biar menjual kudu menarik perhatian. liat iklan kalo gak menarik ya bikin bete

  3. retno says:

    Bener banget…. tinggal kita pakai nalar aja…. kalo gak pakai nalar dan gampang tergiur…. wah … hari gini masih kemakan iklan?

  4. goenajb says:

    emang kita harus jeli dan tidak emosional,bung..klo kita emosial malah kita yang rugi khan? teng kyu infonya, aku jadi lebih paham tentang bisnis online.

  5. rayearth2601 says:

    sebenarnya kalau mau nyari ebook seperti itu kan banyak, tinggal googling ajah, ngapain beli ya ?

    mungkin terpikat bahasa iklan, tegiur tawarannya kali ya

    hehe

  6. Spiderwebiz says:

    googling itu MAHAL, meski orang bilang gratis tapi konsekuensinya kita tidak tahu mana informasi yang BENAR untuk SUKSES bukan informasi yang BENAR bikin bingung.

    Kita sering tergoda dan memutuskan membeli sesuatu berdasarkan faktor emosi, so beware with your emotion…

  7. hade says:

    Saya nyari-nyari ebook sampah potingan sampeyan yang mana mas…, saya gak nemu.

    Bahasa iklan yang menghipnotis adalah karya terbaik diantara bahasa iklan yang hambar!

  8. mashengky says:

    iya mas.. iklan memang harus mengandung umpan dan racun.. kalo ga gitu, ga ada manfaatnya kita beriklan..

    selanjutnya, gimana mangsa aja.. kalo memang doyan ya silakan, di dunia internet ga ada paksaan untuk membeli ataupun tidak membeli..

    suka suka aja

  9. Freddy says:

    Kalo ada duit ya beli aja semua… dicoba deh semua… ga masalahkan…
    Kalo ga ada duit pinjem dulu wekekekek…

    Kalo iklannya diklik semua and ga dibeli kasian donk yang masan iklan… :d

  10. bisnisakti says:

    informasi yang sangat berbobot, thanks ya atas infonya. Memang benar kita harus selalu rajin dan teliti demi kemajuan. Sukses selalu!

  11. siapasaya says:

    Yach namanya juga iklan, mana ada sich yang mau menjelek2an produknya sendiri, coba dech mas pikir, misalnya mas punya pabrik kecap, trus iklannya di tipi gini : “Kecap saya no. 2 di Indonesia klo mau beli syukur klo ga ya udh pindah aja channelnya”.

    Bukannya malah tambah aneh mas ?

    Yang jelas menurut saya iklan itu dapat digolongkan jadi sebuah seni, bahasanya bisa memikat orang yang menyaksikannya, ibarat melihat lukisan Picasso ato Basuki Abdulah, entah orang itu mau beli ato ga urusan masing2 orangnya, tapi iklan itu tebukti dalam mendongkrak produknya dalam pangsa pasar, jadi iklan tuch emang harus dibuat sehiperbola mungkin walau kenyataannya produk yang ditawarkan ga sesuai yang di iklankan.

    Mengenai ebook “sampah” yang disebut2 di atas, memang benar itu ada, tetapi yach jangan semena2 juga dibilang “sampah”, siapa tau aja ada yang sudah benar2 mendapatkan manfaatnya. Emang sich iklannya muluk2 banget, Kaya dengan tinggal klik,, atau Rp 5jt perhari, ato apalah, maklumin aja, namanya juga iklan, mereka kan berusaha untuk mencari pelanggan, siapa tau ada yang berminat, Nah klo gitu usaha mereka berhasil dong ? Yup, dan mereka sedang tertawa terbahak2 di seberang sana.

  12. Asoka says:

    setuju bgt nih. buat apa ya meributkan iklan? memang sih terkadang iklannya ga masuk akal. mustahil kan ga melakukan apa2 bs kaya dalam sekejab. tapi namanya juga iklan pasti berusaha melebih-lebihkan. tapi kl ada yg udah beli tapi kecewa ya brarti salah yg beli juga. siapa suruh percaya sama iklan yg udah jelas mustahil. seharusnya kan bisa lebih realistis berpikir apa mungkin uang bisa datang dengan sendirinya tanpa melakukan apa2. bnr yg iklan shampo itu. bodoh bgt kl sampe ada karateka yg mikir dia bs menang cuma dgn beli shampo doank. hehehe

  13. infonetmu says:

    makasih infonya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *