Quantity or Quality

Faktor apa yang paling berpengaruh bagi anda saat menulis blog? Kuantitas alias yang penting update terus tiap hari, atau kualitas alias artikelnya yang penting punya nilai. Bagi mereka yang masih baru dalam hal tulis menulis, mungkin faktor kuantitas lebih berpengaruh atau malah dua-duanya ndak. Maksudnya tulisannya nggak berkualitas tapi juga nggak banyak hehehe… (pengalaman saya tuh)

Kita tak perlu memperdebatkan mana yang lebih baik dan mana yang tidak. Karena keduanya sama-sama baik asalkan diletakkan pada tempat yang tepat. Sebagai contoh situs-situs berita jika anda perhatikan, artikel beritanya biasanya ndak berkualitas. Maksudnya gini, mereka hanya sekedar menyampaikan apa yang ada dengan form W5H1. Asalkan ada What, Who, Where, When, Why dan How tulisannya sudah layak tampil.

Sehingga penulis berita hanya perlu mencari 6 info itu saja kemudian meramunya dalam bentuk artikel. Tak perlu ulasan apapun, tak perlu sumber-sumber yang terpercaya sekali. Biasanya saksi mata atau petugas kepolisian yang kebetulan mau di wawancarai sudah cukup. Maka jangan salah kalau seringkali kita dapat berita yang simpang siur. hehehe..

Nah, kalau mereka ini harus menyampaikan informasi yang benar-benar aktual, tajam dan terpercaya, maka boleh jadi sehari cuma dapat beberapa berita doang. Bakal banyak informasi yang terlewatkan. Lagipula masyarakat nggak terlalu peduli kok infonya bener atau ndak. Asalkan ada info baru mereka suka.

Sementara untuk situs-situs informasi seperti web tutorial atau modul-modul online, maka biasanya kualitas lebih ditonjolkan. Memang webnya jarang update, tapi begitu update banyak manfaat yang bisa diserap. Dan pengunjung baru biasanya tak cuma baca satu dua artikel di blog itu, tetap beberapa artikel.

Mereka ini biasanya melakukan aneka riset dulu sebelum menulis. Memastikan informasi yang akan diberikannya benar-benar valid dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.

Nah, kita ini termasuk yang mana ya? Hehehe…. kalau saya mungkin baru setengah-setengah. Setengah berkualitas tapi ya nggak terlalu rajin update hehehe…

About Lutvi

Bukan Ustadz, bukan Dai apalagi Kyai. Juga bukan guru. Hanya sekedar santri miskin ilmu yang coba mengamalkan 1 ayat warisan dari para ulama. Saat ini diamanahi menjadi admin web WordPress Indonesia
This entry was posted in Catatan. Bookmark the permalink.

6 Responses to Quantity or Quality

  1. Dodi says:

    Iya bos … saya juga belajar terus nich baik dari internet maupun buku. Kalau saya berpendapat orang berbeda-beda seleranya, yang jelas pasti yang dicari kualitas materi menurut selera pasar masing-masing. Komunitas yang sudah pakai internet seleranya kemana ?

  2. bunda arsya says:

    kadang saya punya kendala gini mas,
    saya punya topik yang menurut saya bagus, trus kemudian riset. kemudian baru nulis sebisa saya. setelah itu baru reset keyword, kemudian baru memasukkan keyword2 itu ke draft artikel. yang jadi masalah, kadang topik yang saya tulis pencarinya kecil kadang cuma puluhan.
    nah jika kondisinya seperti ini mas punya masukan buat saya? atau tahap2an saya yang salah mas.

    terimakasih mas.

  3. Otaku says:

    Kalo bisa sih dua¬≤nya jalan bareng tapi apakah itu bisa? kembali lagi pada diri kita sendiri mau pilih yang mana terserah aza….:)

  4. indra zudin says:

    kualitas suatu tulisan akan tercipta seiring dengan banyaknya kuantitas tulisan yang kita buat. Seorang blogger profesional akan berpikir lebih dalam terkait tulisan yang akan dibuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *