Kejar Setoran

Seorang blogger seringkali mengupdate blognya secara membabi buta. Istilah kerennya kejar setoran. Biasanya ini banyak terjadi pada blogger-blogger yang ngeblog untuk adsense.. hehehe *pengalaman pribadi*

Posting kejar setoran ini sebenarnya kurang baik sih, karena tidak ada perencanaan yang matang sebelum munculnya sebuah artikel. Contohnya artikel ini yang juga merupakan artikel kejar setoran, maklum sudah lama blog ini tidak diupdate.

Tapi artikel kejar setoran justru baik bagi pemilik blognya. Karena menulis artikel kejar setoran butuh daya pikir yang cepat dan kreatif. Bagaimana memunculkan kata-kata dan merangkainya hingga menjadi sebuah artikel adalah hal yang tidak mudah bagi para penulis pemula. Tak banyak lho yang mampu melakukannya. Kalaupun ada, biasanya artikelnya kurang berbobot seperti artikel ini 🙂

Saya sangat kagum pada para penulis essai di surat kabar. Bagaimana peristiwa yang terjadi kemarin sore, bisa dia ulas untuk edisi besok paginya. Padahal deadline sebuah surat kabar harian biasanya malam harinya. Artinya dia hanya butuh waktu beberapa jam saja untuk menulis sebuah essai lengkap dengan data-data terkait peristiwa itu dan menyajikannya sedemikian rupa sehingga layak di muat di media massa.

Ini adalah kemampuan yang tidak bisa terjadi begitu saja. Butuh latihan latihan yang rutin. Dan anda sebagai pemilik blog yang biasa mengupdate kejar setoran, biasanya akan lebih terlatih untuk itu.

Nah, apakah anda termasuk penulis kejar setoran ataukah penulis yang termasuk lambat tapi menghasilkan tulisan yang berkualitas? Mudah-mudahan anda bukan termasuk penulis yang lambat dan saking lambatnya sampai-sampai gak pernah menghasilkan tulisan hehehe..

About Lutvi

Bukan Ustadz, bukan Dai apalagi Kyai. Juga bukan guru. Hanya sekedar santri miskin ilmu yang coba mengamalkan 1 ayat warisan dari para ulama. Saat ini diamanahi menjadi admin web WordPress Indonesia
This entry was posted in Belajar Menulis. Bookmark the permalink.

5 Responses to Kejar Setoran

  1. Wi2k says:

    pertamax… 🙂

    Mereka yang hanya memerlukan beberapa jam saja untuk sebuah tulisan (tentu tulisannya berbobot) memang membuat kita iri ya…..
    Sepertinya jari2 sama uneg2/idenya sejalan, dimana jari2 akan menuangkan apa yang ada dalam otaknya dalam bentuk tulisan di pc/kertas, yeah seperti jurnalistik gitu kali ya…

    Dan saya yakin itu tidak tercipta begitu saja namun butuh latihan, disamping punya bakat dibidangnya…

  2. R PUTRA says:

    Yup betul itu bagi yag sudah mahir dan kayanya memang sudah bidangnya

  3. supriyadi says:

    latihan menulis memang lebih sulit daripada latihan ngobrol

  4. supriyadi says:

    belajar terus lama-lama juga bisa, ya kan?

  5. indoasli says:

    susah kalo buat kejar setoran, apalagi untuk orang yang bnyk aktivitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *