Jadi Master di bidang yang anda sukai

Menjadi seorang master mungkin terdengar sesuatu yang sulit. Butuh pengorbanan, butuh perjuangan bahkan mungkin butuh modal yang gila-gilaan. Padahal menjadi seorang master itu gak sulit kok. Kenapa kok selama ini terlihat sulit? Itu karena kita membayangkan bidang yang tidak kita sukai.

Saat kita melihat Master Chef, maka biasanya secara otomatis kita membayangkan diri kita yang cuma bisa masak nasi dan mie instant, lalu mencoba memasak masakan yang namanya aja kita nggak hafal. Ditambah lagi kita nggak minat sama sekali sama resep-resep masakan. Kita lebih berminat mencicipinya daripada membuatnya hehehe.. Maka sudah pasti jadi master chef adalah hal yang sulit dan susahnya bukan main.

Saat kita melihat Master Sulap, otomatis kita bayangkan diri kita yang jadi pesulap. Lha melihat aja kita udah bengong-bengong, gimana mau menjalankannya? Jadi tak heran kita langsung bilang manjadi Master Sulap itu adalah hal yang luar biasa.

Padahal sebenarnya semua orang bisa jadi master. Ya, saya bilang semuanya. Kenapa kok mereka yang diakui sebagai master itu sedikit? Karena memang tidak banyak orang yang mengenali dirinya sendiri. Entah sudah berapa banyak orang yang saya tanya selalu gagal menjawab pertanyaan sederhana ini:

“Bidang apa yang paling anda kuasai?”

Hayoo, coba anda tanya diri anda sendiri. Bidang apa yang paling saya kuasai. Jika jawaban anda lebih dari satu, itu artinya anda belum paham siapa anda. Biar makin yakin saya tulis lagi, jika jawaban anda lebih dari satu artinya anda belum paham siapa sih diri anda itu.

Lebih dari satu aja sudah bisa dibilang tidak mengenal diri sendiri, apalagi yang jawabnya macam-macam. hehehe..

Manusia punya kelemahan, manusia juga punya kelebihan. Betul? Pertanyaannya kemudian adalah sudahkah kita tahu yang mana yang merupakan kelemahan dan yang mana yang kelebihan. Seringkali kita kehilangan definisi tentang kelebihan dan kekurangan. Banyak jawaban seperti ini ketika saya tanya, “Kenapa anda anggap itu sebagai kelebihan?”. Rata-rata jawabnya

“Karena kata istri saya saya berbakat disini. Kata ibu saya saya hebat dibidang ini, dst”

Padahal sebuah kelebihan itu bukan kata si ini dan si anu. Kelebihan atau Bakat itu adalah hasrat. Saat anda begitu menyukai kegiatan tertentu, anda rela belajar mendalaminya sesulit apapun itu, maka itulah bidang yang menjadi kelebihan anda. Tak peduli apa kata orang lain.

Lha kita ini kan sukanya nanggung. Di satu sisi kita suka banget memancing, tapi hasil riset bilang kalau saat ini yang lagi trend itu bisnis properti. Akhirnya guna memenuhi keinginan dapat duit banyak, kita memilih belajar property yang soal harga rumah aja kita nggak bisa pastikan pantasnya berapa. Dan hobby memancing ditinggal dulu karena kita merasa tidak menguntungkan. Kita lebih suka sibuk meningkatkan kekurangan dan fokus pada kekurangan, daripada mengasah apa yang sudah jadi kelebihan.

Untuk kasus diatas, bukankah akan lebih cepat jadi uang kalau anda mulai berpikir bagaimana membuat sebuah fishing tour yang keren dengan tempat-tempat rahasia yang sering anda kunjungi? Bukankah lebih baik anda belajar bagaimana membuat umpan yang maknyus dan menjual resepnya? Akan lebih baik jika anda mengalokasikan modal untuk membuka toko peralatan pancing lengkap dengan kursus memancing untuk segala kondisi.

So, jadilah master di bidang yang anda sukai. Maka anda akan lebih mudah mendapatkan pengakuan dan soal rejeki biarlah Sang pemberi Rejeki yang mengaturnya untuk kita.

About Lutvi

Bukan Ustadz, bukan Dai apalagi Kyai. Juga bukan guru. Hanya sekedar santri miskin ilmu yang coba mengamalkan 1 ayat warisan dari para ulama. Saat ini diamanahi menjadi admin web WordPress Indonesia

This entry was posted in Catatan. Bookmark the permalink.

8 Responses to Jadi Master di bidang yang anda sukai

  1. Bener mas. Kalau saya sih kesulitannya membuatnya jadi profit. 🙂

  2. mas, kalo bidang yang saya kuasai dibidang CopyPaste mungkinkah berpeluang cerah ?? hhhee (jangan kepikiran

    • Lutvi Avandi says:

      Biasanya copy paste dilakukan karena dia nggak ngasih kepercayaan terhadap dirinya sendiri. Tidak mau ngasih kesempatan dirinya untuk berkembang dan kreatif. Tapi soal peluang selalu ada peluang. Minimal anda jadi robot di kantor-kantor bagian input data. Kan tinggal copy dari kertas trus di paste ke komputer aja. Mirip robot, ndak perlu mikir 🙂

  3. patua says:

    setubuh…eh setujuh bang Lutvi. artikelnya memang mangtab banget.

  4. Wah membaca artikel ini saya jadi mulai berpikir untuk mengidentifikasi mana kekurangan dan kelebihan saya. Kalau kekurangan sich banyak. Tapi kalau kelebihan diri ini apa ya? Terus tentang bidang yang paling disuka? Harus mulai memilah nich. Thanks dulu bos atas motivasi dan artikelnya

  5. ibnu ismadi says:

    mas lut, kya na ada tulisan yang salah ketik deh..coba baca memasang masakan..insyaAllah kita semua akan menjadi master di bidang na masing2..amin..

  6. menjadi master perlu banyak belajar dan berlatih dan tidak mudah puas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *