Fokus atau Bias?

Jika anda ditanya apakah saya harus fokus atau bias dalam memilih tema untuk blog? Maka biasanya jawabannya adalah kita harus fokus. Namun, seringkali jawaban itu justru sulit diterima oleh blogger pemula yang nggak tahu harus fokus kemana.

Sebenarnya, kita sudah diajari oleh kehidupan bahwa alam ini sebenarnya tidak selalu fokus dan secara naluri manusia pun tidak bisa disuruh fokus. Bahkan mereka yang bilang harus fokus-pun kalau mau jujur awalnya juga bias 🙂

Bunga Dandelion adalah sebuah contoh bagaimana sebuah bias mampu membuat mereka bertahan bahkan hidup di sudut-sudut tembok rumah. Bunga dandelion menyebarkan ratusan bibitnya ke udara dan ke segala arah. Dia tak pernah berusaha untuk fokus ke tanah-tanah gembur saja. Pokoknya sebar sebanyak mungkin dengan jangkauan sebanyak mungkin.

Dalam teknik membaca cepat juga diajarkan untuk melakukan scanning dulu semua materi dan fokus pada bagian-bagian tertentu saja. Bias dan fokus adalah dua hal yang harus dikerjakan bersama-sama dan digunakan pada waktu yang tepat.

Saat anda memulai blogging, saat blog anda belum banyak pengunjung, dan saat anda begitu bersemangatnya, maka jelajahi semua potensi anda. Jangan pernah merasa sayang dengan satu dua artikel yang tidak terbaca orang lain gara-gara tidak sesuai kata kunci atau pemilihan kata-kata yang kurang relevan.

Tulis apapun yang ada dalam benak saat ini. Tebar materi seluas-luasnya. Nanti lama kelamaan anda akan terfokus secara tidak sadar pada satu materi saja. Selanjutnya terserah apakah mau tetap diletakkan di blog itu atau anda bikin satu blog lagi yang fokus pada materi tertentu dengan riset yang lebih tajam.

Saya sendiri entah sudah menghabiskan berapa domain untuk tebar bibit ini. Bahkan ada domain yang harus mati di usianya yang kurang dari 2 minggu gara-gara saya pakai untuk riset ekstrim. Tapi itulah salah satu bentuk modal yang sangat berharga. Maka, jangan pernah batasi potensi diri anda dengan fokus terlalu dini. Rasakan dulu menulis materi yang beragam dan temukan nikmatnya menyampaikan materi tertentu.

Jika sudah dapat, maka perlahan fokuskan dan jadilah master di bidang itu. Ingat, seorang penembak jitu sekalipun akan melihat sekeliling dulu sebelum meletakkan matanya di teropong senapannya. Dia akan kesulitan menemukan target kalau fokus terlalu dini

About Lutvi

Bukan Ustadz, bukan Dai apalagi Kyai. Juga bukan guru. Hanya sekedar santri miskin ilmu yang coba mengamalkan 1 ayat warisan dari para ulama. Saat ini diamanahi menjadi admin web WordPress Indonesia

This entry was posted in Catatan. Bookmark the permalink.

12 Responses to Fokus atau Bias?

  1. yup, pertama eksperimen yg banyak.
    trus mulai untuk memfokuskan sesuai bakat dan minat kita. 😉
    kalau boleh nyimpulin, urutannya kayak gini;
    1. pilih yg paling laku dipasaran.
    2. pilih yg sesuai dgn kemauan/minat kita.
    3. pilih yg paling mudah.
    itu tiga langkah dalam 24 jurus miliader yg mencerahkan karya tung desem waringin. 🙂

    • Lutvi Avandi says:

      Langkah 1 dan 2 menurut saya di balik aja. Kenali kemauan/minat baru cari yang laku di pasaran

  2. anas samosir says:

    Iya. Betul juga ya Pak.

  3. adi says:

    iya. betul juga. dapet rank bagus ini blog. btw numpang y mas.

  4. rahman says:

    Dalam melakukan sesuatu hal dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan kita barawal dari pikiran kita, maka mulailah dengan tujuan,perencanaan dan action.
    HIDUP ADALAH PERJUANGAN maka perjuangkanlah apa yang sobat inginkan dan sobat dapatkan raihlah karna sobat layak mendapatkannya, keyakinan yang besar akan membuat kita menjadi besar..
    Salam suksesok

  5. joyoremon says:

    baru kemarin saya ikut anda di cafe bisnis, terus terang saya nggak ngerti apa yang harus saya buat, karena hal itu yang pertama kali beli domain dan hosting dan tanpa pengalanman ngeblog dan ilmu komputer apalagi bahasa inggris pokoknya cari domain yang perkiraan saya ada prospek dan belum saya siapkan artikelnya.pokokya saya akan jalan terus gak peduli bias apa nggak……..merdeka jalan terus.!……….KaLau aDa iDe …..please email saya

    • Lutvi Avandi says:

      Bener. Mending melakukan kesalahan dan memperbaiki daripada nggak melakukan apa-apa gara-gara bingung sendiri 🙂

  6. indra zudin says:

    kita tidak pernah tahu apakah hal tersebut akan sukses atau tidak bila kita tidak pernah melakukannya atau mencobanya. saat ini blog saya sendiri masih banyak broken linknya, cek disini karena masih bingung artikelnya apa yach. mohon masukannya

  7. joyoremon says:

    mas punya nggak software IAW dan yang sejenis kalau punya share dong. atau di mana bisa download gratisnya, maklum belum punya cc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *