Buang Pikiran untuk Mengalahkan

Di dunia online ini, bahkan di dunia ini sebenarnya setiap orang bisa makmur. Dalam buku Rich Dad Poor Dad, Robert T Kyosaki mengatakan bahwa jika seluruh harta di dunia ini dikumpulkan dan kemudian di bagi rata kepada seluruh umat manusia, maka masing-masing akan memiliki 2 Milyar lebih. Tapi komposisi merata ini akan kembali seperti semula hanya dalam waktu kurang dari 1 tahun atau kurang.

Saya juga teringat sebuah pepatah yang mengatakan bahwa Dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang, tapi tidak akan pernah cukup untuk memenuhi ketamakan 1 orang.

Dalam bisnis, mereka yang memiliki prinsip win win solution biasanya selalu sukses dan bertambah sukses. Saat mereka memberi banyak, mereka akan mendapatkan banyak. Tapi jika anda masih memegang prinsip ekonomi yang menyesatkan itu (dengan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan untung sebesar-besarnya), maka percayalah anda akan cepat terkalahkan walaupun tidak ada yang menyerang anda.

Pikiran untuk mengalahkan sebenarnya bukan murni dari diri anda. Tapi datang dari pelajaran di bangku sekolah selama bertahun-tahun sejak kita TK hingga kuliah. Di sekolah kita diajarkan, untuk sukses anda harus mengalahkan orang lain. Sekolah membuat rangking bukan berdasarkan kemampuan, tapi hanya berdasarkan hasil UAS dan ulangan harian.

Bukan hanya di sekolah, di rumah kita juga dijejali dengan doktrin bahwa untuk menjadi sukses, kamu harus lebih baik dari orang lain. Kita dibanding2kan dengan anak tetangga. Si anu bisa ini, masak kamu ndak bisa. Kalaupun kita bisa, kita akan dibandingkan dengan orang lain.

Membuang pikiran untuk mengalahkan ini memang sangat sulit, tapi bukan berarti tidak bisa. Cara yang selama ini saya tempuh adalah mengikatkan tujuan pada Allah. Klasik memang, tapi sangat manjur. Keikhlasan bisa mengalahkan ketamakan kita dan membuang pikiran untuk mengalahkan orang lain.

Kerjakan apa saja, bantu siapa saja dengan satu niat dan satu keyakinan, Allah tidak pernah tinggal diam dengan apapun yang kita lakukan. “Enak dia dong mas?”. Allah pasti akan memberi yang jauuuhh lebih enak. Believe it or not, yang jelas cara ini selalu berhasil untuk saya. Berani coba?

About Lutvi

Bukan Ustadz, bukan Dai apalagi Kyai. Juga bukan guru. Hanya sekedar santri miskin ilmu yang coba mengamalkan 1 ayat warisan dari para ulama. Saat ini diamanahi menjadi admin web WordPress Indonesia
This entry was posted in Catatan. Bookmark the permalink.

6 Responses to Buang Pikiran untuk Mengalahkan

  1. Spiderwebiz says:

    Pertamax!!!
    Ok artikelnya, inspiratif banget

  2. yoyok says:

    sepakat …!!!
    inspiratif… jika banyak orang di dunia berfikiran demikian ok juga tuh.

  3. mashengky says:

    mungkin lebih cocok kalo saya sebut kompetisi.. untuk menjadi nomor 1.. bukan untuk mengalahkan orang lain sih.. tapi cenderung untuk menjadi yang paling unggul, bahkan mungkin tanpa harus mengalahkan orang lain secara langsung..

  4. uwanz says:

    wah suka baca rich dad poor dad juga nih mas Lutvi 😀
    bener mas, secara turun temurun pasti wejangan itu2 mulu..mesti kerja PNS ato yg penting ngantor.walopun mereka tau bahwa berwiraswasta lebih asyik dan menghasilkan lebih…yup tp itulah ketakutan yg paling susah hilang di benak kebanyakan orang

  5. lovepassword says:

    Yup..Yup. tulisan yang menarik. Mengalahkan diri sendiri pasti lebih suseh ya?

  6. Mantap banget mas 🙂
    Seandainya semua pebisnis bisa berpikir seperti itu..
    Tidak ada lagi saling menjegal..
    tidak ada lagi saling serang dan menjelek-jelekkan..
    Saya juga percaya, kalo kita menanam kebajikan, pasti akan berbuah hal-hal baik juga.. 🙂

    Salam kenal mas 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *