<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bahayanya Baca Judul Doang</title>
	<atom:link href="http://cafeblogger.web.id/bahayanya-baca-judul-doang.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cafeblogger.web.id/bahayanya-baca-judul-doang.html</link>
	<description>Informasi Dunia Blogging Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 02:38:42 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: morishige</title>
		<link>http://cafeblogger.web.id/bahayanya-baca-judul-doang.html#comment-2113</link>
		<dc:creator>morishige</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 18:29:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cafeblogger.web.id/?p=192#comment-2113</guid>
		<description>saya anti fast reading..
hehehe...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya anti fast reading..<br />
hehehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Potter.Web.ID</title>
		<link>http://cafeblogger.web.id/bahayanya-baca-judul-doang.html#comment-2097</link>
		<dc:creator>Potter.Web.ID</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 11:29:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cafeblogger.web.id/?p=192#comment-2097</guid>
		<description>haha bahkan saya ada seornag teman yang hobbi membuat judul yang menggelikan supaya laku dikunjungi blognya kekeke</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>haha bahkan saya ada seornag teman yang hobbi membuat judul yang menggelikan supaya laku dikunjungi blognya kekeke</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Malaikax</title>
		<link>http://cafeblogger.web.id/bahayanya-baca-judul-doang.html#comment-2086</link>
		<dc:creator>Malaikax</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 10:43:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cafeblogger.web.id/?p=192#comment-2086</guid>
		<description>Wah kirain teknik SEO baru heheh. Malas membaca berarti sama dengan gak dapet apa-apa dunk ya mas ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah kirain teknik SEO baru heheh. Malas membaca berarti sama dengan gak dapet apa-apa dunk ya mas &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Stop Dreaming Start Action</title>
		<link>http://cafeblogger.web.id/bahayanya-baca-judul-doang.html#comment-2085</link>
		<dc:creator>Stop Dreaming Start Action</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 07:56:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cafeblogger.web.id/?p=192#comment-2085</guid>
		<description>Ya, memang benar.
Banyak orang malas membaca. Mereka suka membaca sepenggal kalimat, entah judul, bagian artikel, atau selogan, tanpa membaca keseluruhan konteks artikel itu. Padahal, kontekslah yang seringkali menjadi penentu makna sebuah kalimat.

Karena itu, ketika kita membaca sesuatu, penting bagi kita untuk memperhatikan:
1. Siapa yang mengatakan/menulisnya.
2. Dalam kondisi bagaimana ia mengatakan/menulisnya.
3. Kepada siapa kalimat itu ditujukan.
4. Bagaimana bentuk sastra kalimat itu, selogan, peribahasa, iklan penjualan, pernyataan lugas dengan makna hurufiah, atau apa.
5. Konteks keseluruhan pembicaraan/artikel sedang membicarakan apa dengan maksud apa.
6. Lupa mau nulis apa di poin ini ... :D


Yang jelas, seperti disampaikan dalam artikel di atas, hati-hatilah saat mendengar atau saat membaca. Jangan terlalu cepat menarik kesimpulan dan berkomentar sebelum anda sungguh-sungguh mempelajari dan memahaminya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya, memang benar.<br />
Banyak orang malas membaca. Mereka suka membaca sepenggal kalimat, entah judul, bagian artikel, atau selogan, tanpa membaca keseluruhan konteks artikel itu. Padahal, kontekslah yang seringkali menjadi penentu makna sebuah kalimat.</p>
<p>Karena itu, ketika kita membaca sesuatu, penting bagi kita untuk memperhatikan:<br />
1. Siapa yang mengatakan/menulisnya.<br />
2. Dalam kondisi bagaimana ia mengatakan/menulisnya.<br />
3. Kepada siapa kalimat itu ditujukan.<br />
4. Bagaimana bentuk sastra kalimat itu, selogan, peribahasa, iklan penjualan, pernyataan lugas dengan makna hurufiah, atau apa.<br />
5. Konteks keseluruhan pembicaraan/artikel sedang membicarakan apa dengan maksud apa.<br />
6. Lupa mau nulis apa di poin ini &#8230; <img src='http://cafeblogger.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yang jelas, seperti disampaikan dalam artikel di atas, hati-hatilah saat mendengar atau saat membaca. Jangan terlalu cepat menarik kesimpulan dan berkomentar sebelum anda sungguh-sungguh mempelajari dan memahaminya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

