Bahayanya Baca Judul Doang
Judul biasanya mewakili isi dari artikel atau surat di bawahnya. Tapi judul juga bisa digunakan untuk menipu seseorang.. hehehe.. Bahkan mereka yang malas membaca seringkali jadi korban judul yang bombastis dengan isi yang tidak lebih booming dari petasan.
Salah satunya adalah artikel tentang Jilbab Bugil di blog ini. Judul dan deskripsi yang bombastis ternyata mampu menipu bukan hanya mereka yang suka pornografi tapi juga mereka yang menentang pornografi. Saya sendiri awalnya hanya menargetkan mereka yang suka hal2 berbau porno biar tahu rasa. Tapi rupanya judul itu jadi pisau bermata ganda. Bukan cuma yang suka porno yang kena tapi yang gak suka pun kena..
Itulah bahayanya jika anda cuma baca judul. Anda bisa melihat komentar2 di bawahnya. Nampak sekali kalau mereka cuma baca judul. Bahkan ada yang bawa UTI lagi.. Lha masak polisi main tangkap aja gak baca artikelnya.
Bukan cuma judul aneh itu aja, di luar sana banyak pebisnis yang menggunakan judul bombastis untuk meningkatkan pembelian. Lagi-lagi, gunakan kacamata sehat saat membacanya. Kalau perlu ubah kebiasaan dengan membaca artikel dulu baru judul.
Ingat juga pesan saya: Orang yang malas baca lebih mudah ditipu
Info Bahayanya Baca Judul Doang
Suka dengan artikel diatas, kasih komentar dong atau langganan artikel lewat email. Masukkan aja emailmu pada form diatas.


Ya, memang benar.
Banyak orang malas membaca. Mereka suka membaca sepenggal kalimat, entah judul, bagian artikel, atau selogan, tanpa membaca keseluruhan konteks artikel itu. Padahal, kontekslah yang seringkali menjadi penentu makna sebuah kalimat.
Karena itu, ketika kita membaca sesuatu, penting bagi kita untuk memperhatikan:
1. Siapa yang mengatakan/menulisnya.
2. Dalam kondisi bagaimana ia mengatakan/menulisnya.
3. Kepada siapa kalimat itu ditujukan.
4. Bagaimana bentuk sastra kalimat itu, selogan, peribahasa, iklan penjualan, pernyataan lugas dengan makna hurufiah, atau apa.
5. Konteks keseluruhan pembicaraan/artikel sedang membicarakan apa dengan maksud apa.
6. Lupa mau nulis apa di poin ini …
Yang jelas, seperti disampaikan dalam artikel di atas, hati-hatilah saat mendengar atau saat membaca. Jangan terlalu cepat menarik kesimpulan dan berkomentar sebelum anda sungguh-sungguh mempelajari dan memahaminya.